33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Cuaca Buruk, Nelayan Nekat Melaut

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Meski cuaca masih ekstrim, ratusan nelayan di Desa Wonokerto, Sijambe dan Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan nekad pergi melaut. Mereka mengaku tak tahan karena sudah sebulan menganggur tak bekerja.

Mawardi, 48, warga Desa Sijambe RT 06 RW 02, Kecamatan Wonokerto, mengungkapkan, meski ada imbauan dari syahbandar bahwa cuaca di laut belum bersahabat, dirinya bersama nelayan lain tetap nekad melaut. Sebab mereka tak memiliki pekerjaan lain.

Menurutnya saat ini sering terjadi ombak besar dengan ketinggian lebih dari 2 meter. Hujan dan badai juga sering terjadi. Namun karena tidak adanya pekerjaan lain, para nelayan tetap melaut untuk mencari ikan.

“Badai dan hujan masih sering terjadi. Kami melaut karena tidak ada pekerjaan lain selain nelayan, dan harga ikan juga masih sangat bagus,” ungkapnya.

Mawardi juga mengatakan, untuk saat ini harga ikan naik hingga 40 persen. Kebutuhan ikan meningkat, sementara jumlah ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sangat sedikit, karena jarang nelayan yang melaut dengan adanya cuaca buruk.

Menurutnya meski risiko yang dihadapinya juga besar, namun hasil tangkapan ikan yang diperoleh sebanding dengan harga jual ikan di TPI. Sehingga cuaca buruk tak menjadi halangan untuk melaut.

”Harga ikan tongkol saja dari Rp 21 ribu, naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Demikian juga dengan ikan cumi, dari Rp 20 ribu menjadi 35 ribu per kilogramnya,” kata Mawardi Sugiri.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Pekalongan, Wiranto mengingatkan, para nelayan yang nekad melaut disarankan untuk tidak melaut terlalu jauh. Mengingat arus laut masih sangat deras dan badai masih sering terjadi.

Menurutnya jika selama syahbandar belum menurunkan bendera hitam, nelayan untuk lebih hati-hati. Sebab pertanda cuaca masih sangat buruk dan keselamatan juga harus dipikirkan. Nelayan juga harus membekali diri dengan peralatan keselamatan dan harus terus memantau perkembangan cuaca dengan BMKG.

”Dengan kondisi cuaca seperti ini, maka biaya operasional akan membengkak, karena arus sangat deras, laju kapal tidak bisa cepat, dan yang terpenting bekali diri dengan peralatan keselamatan,” tegas Wiranto. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penjualan Avanza Capai 46 Persen

MAGELANG – Musim panen raya tembakau di wilayah eks-Karesidenan Kedu begitu dinantikan pelaku usaha otomotif, karena diproyeksikan berdampak pada penjualan kendaraan bermotor. Momen ini...

SMK Bisa! SMK Hebat

Ada apa dengan SMK? Mengapa tiba-tiba jenjang sekolah yang pernah ngetop dengan tagline SMA Bisa! Itu, mendadak menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo? Presiden...

Selamatan dan Tasyakuran Sedekah Bumi

RADARSEMARANG.COM, SABTU-Minggu, 17-18 Agustus 2018, Panitia Sedekah Bumi/Merti Desa RW IV, VI dan VIII Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang akan menggelar Selamatan dan...

USM BC Amankan Dua Semifinalis Remaja Putri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) USM Badminton Club (USM BC) Semarang berhasil mengamankan dua tiket semi final tunggal remaja putri Seri I USM Blibli...

Curi Beras, Babak Belur

BATANG – Pasar Sementara Kabupaten Batang heboh akibat salah satu pencuri yang selama ini diincar para pedagang beras akhirnya tertangkap, Selasa (14/11).  Pelaku yang...

DPR RI Akan Turun ke Kebonharjo

SEMARANG-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memastikan akan mengajak unsur pimpinan dan anggota DPR RI untuk turun ke Kebonharjo, Tanjung Mas, Semarang Utara. Hal ini...