BRT Tawang-Bawen Beroperasi Juli

288

UNGARAN – Bus Rapid Transit (BRT) koridor 1 rute Stasiun Tawang – Bawen beroperasi Juli 2017. Bersamaan dengan pengoperasian tiga koridor lain, yakni koridor 2 rute Semarang-Kendal dan koridor 3 Semarang-Demak, dan koridor 4 rute Semarang-Gubug.

Hal itu diungkapkan  Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, Wahyu Jatmiko. “Peluncurannya nanti akan dilakukan oleh Gubernur Ganjar Pranowo di Bawen. Nantinya koridor 1 juga akan menjadi proyek percontohan pelaksanaan BRT di Jawa Tengah,” terangnya, Kamis (2/2).

Tahap pertama pengoperasian koridor 1 akan disediakan 18 unit armada BRT. “Kalau kapasitas total nanti ada 25 unit, namun tahap pertama hanya 18 unit dahulu,” imbuhnya.

Sistem yang digunakan yaitu model scaping dimana angkutan yang sudah lama akan dinonaktifkan. “Dua bus ditukar 1 BRT, dengan maksud menghilangkan angkutan yang sudah tua umurnya. Diharapkan pula, pengusaha bus masih bisa mencari nafkah di jalur tersebut,” katanya.

Pelaksanaan scaping juga akan melibatkan pengusaha angkutan massal di Kabupaten Semarang. Pengadaan unit BRT juga dilelangkan, dimana pemenangnya yaitu Koperasi Mulya Orda Serasi Kabupaten Semarang. “Satu unit armada nanti pengadaannya melalui koperasi,” ujarnya.

Kesiapan lain yang akan dilakukan yaitu perbaikan halte BRT. Beberapa halte yang rusak akan diperbaiki. Selain itu halte BRT yang penempatannya tidak sesuai juga akan dikaji, dipindang di titik yang strategis. Dikatakan Wahyu, pengelolaan BRT tersebut nantinya akan dilakukan oleh Trans Semarang.

Untuk harga tiket BRT koridor 1 diperkirakan mengalami kenaikan menjadi Rp 5.000. Namun, lanjut Wahyu, besaran harga tiket tersebut belum final. “Diperkirakan sekitar Rp 5.000 untuk Tawang – Bawen. Karena jalurnya lebih panjang. Tetap pakai sistem terusan,” katanya.

Sementara itu, pengemudi BRT sendiri akan lebih diprioritaskan dari angkutan massal reguler. Meski begitu, sistem seleksi tetap diberlakukan. Pemberlakukan seleksi pengemudi tersebut, berawal dari banyaknya kasus kecelakaan yang diakibatkan kecerobohan dari sopir angkutan reguler. Sehingga etika pengemudi BRT menjadi perhatian. “Sebenarnya kita terus melakukan pembinaan pengemudi angkutan reguler. Melalui paguyuban mereka kita rutin menggelar pembinaan,” katanya.

Ketua Koperasi Mulya Orda Serasi selaku pemenang tender pengadaan unit BRT, Hadi Mustofa mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan penunjukan terhadap pihak penyedia barang dan jasa. “Kalau langkah-langkah Trans Jateng baru melangkah sampai pembiayaan. Ini sudah tanda jadi ke dealer untuk casis. Jenis mesin nanti terbaru mereknya mitsubishi canter tahun 2011. Sepeknya sesuai dengan program pemerintah,” kata Hadi yang juga Ketua Organda Kabupaten Semarang. (ewb/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here