Bos SNI Bawa Pistol di Persidangan

189

KRAPYAK – Bos PT Sinergi Niagatama Indonesia (SNI) Setiadi Hardinata langsung menunjukkan pistol berizin yang dimilikinya, saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang sebagai saksi yang juga korban, atas perkara dugaan tindak pidana pemerasan dan pengancaman yang diduga dilakukan Pembina Pengurus Kota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Semarang periode 2016-2020, Ong Budiono di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (2/3).

”Maaf majelis hakim, pistol saya titipkan ke siapa,” tanya saksi Setiadi sebelum sidang dimulai.

Usai sidang, ‎Setiadi menjelaskan, bahwa atas kasus tersebut fakta hukum sudah jelas bahwa dirinya sebagai korban sejak membeli aset ruko sudah memiliki legalitas hukum yang sahih di wilayah RT 01, RW 02, bahkan ia mengaku sudah memiliki bukti pembayaran PBB 2011, apalagi ruko tersebut dibelinya baru sejak 2012.

”Semenjak saya memiliki ruko tersebut memang sudah berada di wilayah RT 01, RW 02 dan saya tidak pernah pindah wilayah secara diam-diam apalagi memberikan keterangan palsu secara diam-diam ke RT 01,” kata Setiadi mengaku pistol tersebut dibawa untuk berjaga-jaga diri saja.

Terkait kasus yang menimpanya, ia menyatakan persoalan tersebut bukan karena tidak mau membayar iuran, melainkan memang ia bukan warga wilayah yang dimaksud terdakwa. Ia juga menyesalkan aksi Ong Budiono yang juga Ketua RT 2/ RW 2 Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat melakukan aksi penyerangan ke kantornya, akibatnya ia merasa terancam maka korban berhak melaporkan kepada pihak berwajib.

”Di sini saya hanya ingin mencari keadilan, dalam kasus pidana yang dilakukan oleh Ong Budiono baik secara formil dan materiil juga telah lengkap dan sedang diuji di pengadilan,” ungkapnya

Terpisah, usai sidang terdakwa Ong Budiono mengaku merasa ketakutan dengan pistol yang dibawa Setiadi tersebut. Menurutnya, ulah Setiadi membawa pistol ke dalam ruang sidang membuktikan betapa arogansinya dirinya. Seolah-olah, Setiadi ingin menunjukkan kekuatannya di hadapan hokum.

”Saya shock, jelas saya takut sekali. Kok bisa dia warga sipil membawa pistol. Tentu saya takut, meski begitu saya akan terus memperjuangkan kebenaran karena ini murni kriminalisasi,” kata Ong.

Salah satu penasihat hukum Ong Budiono, Mashudi mengaku terkejut dengan saksi Setiadi yang datang membawa pistol. Menurut Mashudi, hal itu dapat berdampak buruk pada proses persidangan.

”Bisa saja hakim, terdakwa dan bahkan saksi-saksi lain khususnya saksi meringankan dari kami yang saat persidangan ini hadir menjadi ketakutan. Akhirnya, fakta dan kebenaran menjadi tidak terungkap,” sebutnya. (jks/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here