33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Bos SNI Bawa Pistol di Persidangan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KRAPYAK – Bos PT Sinergi Niagatama Indonesia (SNI) Setiadi Hardinata langsung menunjukkan pistol berizin yang dimilikinya, saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang sebagai saksi yang juga korban, atas perkara dugaan tindak pidana pemerasan dan pengancaman yang diduga dilakukan Pembina Pengurus Kota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Semarang periode 2016-2020, Ong Budiono di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (2/3).

”Maaf majelis hakim, pistol saya titipkan ke siapa,” tanya saksi Setiadi sebelum sidang dimulai.

Usai sidang, ‎Setiadi menjelaskan, bahwa atas kasus tersebut fakta hukum sudah jelas bahwa dirinya sebagai korban sejak membeli aset ruko sudah memiliki legalitas hukum yang sahih di wilayah RT 01, RW 02, bahkan ia mengaku sudah memiliki bukti pembayaran PBB 2011, apalagi ruko tersebut dibelinya baru sejak 2012.

”Semenjak saya memiliki ruko tersebut memang sudah berada di wilayah RT 01, RW 02 dan saya tidak pernah pindah wilayah secara diam-diam apalagi memberikan keterangan palsu secara diam-diam ke RT 01,” kata Setiadi mengaku pistol tersebut dibawa untuk berjaga-jaga diri saja.

Terkait kasus yang menimpanya, ia menyatakan persoalan tersebut bukan karena tidak mau membayar iuran, melainkan memang ia bukan warga wilayah yang dimaksud terdakwa. Ia juga menyesalkan aksi Ong Budiono yang juga Ketua RT 2/ RW 2 Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat melakukan aksi penyerangan ke kantornya, akibatnya ia merasa terancam maka korban berhak melaporkan kepada pihak berwajib.

”Di sini saya hanya ingin mencari keadilan, dalam kasus pidana yang dilakukan oleh Ong Budiono baik secara formil dan materiil juga telah lengkap dan sedang diuji di pengadilan,” ungkapnya

Terpisah, usai sidang terdakwa Ong Budiono mengaku merasa ketakutan dengan pistol yang dibawa Setiadi tersebut. Menurutnya, ulah Setiadi membawa pistol ke dalam ruang sidang membuktikan betapa arogansinya dirinya. Seolah-olah, Setiadi ingin menunjukkan kekuatannya di hadapan hokum.

”Saya shock, jelas saya takut sekali. Kok bisa dia warga sipil membawa pistol. Tentu saya takut, meski begitu saya akan terus memperjuangkan kebenaran karena ini murni kriminalisasi,” kata Ong.

Salah satu penasihat hukum Ong Budiono, Mashudi mengaku terkejut dengan saksi Setiadi yang datang membawa pistol. Menurut Mashudi, hal itu dapat berdampak buruk pada proses persidangan.

”Bisa saja hakim, terdakwa dan bahkan saksi-saksi lain khususnya saksi meringankan dari kami yang saat persidangan ini hadir menjadi ketakutan. Akhirnya, fakta dan kebenaran menjadi tidak terungkap,” sebutnya. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

5 Tips Berutang dengan Bijak

RADARSEMARANG.COM - UTANG seperti dua mata pisau yang bisa menolong saat dibutuhkan namun juga bisa melukai diri sendiri jika tidak digunakan dengan bijaksana. Bolehkan...

Unisbank Tambah Doktor Bidang Ekonomi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang terus menggenjot sumber daya manusia khususnya dosen. Salah satunya dengan mendorong dosen untuk meraih gelar doktor. Terbaru...

Tunggu Putusan Final Kementerian Pendidikan

DEMAK-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Demak hingga kini masih menunggu keputusan final Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan sekolah 5 hari atau full day school (FDS). Kepala Dinas...

Mulai Rintis Agrowisata Kuncen

GETASAN – Tidak ingin memanfaatkan dana Desa hanya sebatas untuk infrastruktur, Desa Polobugo berusaha mengembangkan agrowisata di daerahnya. Tujuannya, ketika sudah jadi, agrowisata ini dapat...

Belajar Bernyanyi dengan Teknik Solfegio

RADARSEMARANG.COM - SENI musik adalah salah satu hasil karya seni yang diekspresikan melalui keindahan bunyi atau suara baik dalam bentuk hasil karya musik instrumental...

Gullid Diproyeksikan Ganti Peran Yunus

SEMARANG - Head coach PSIS, Subangkit, tampaknya belum puas dengan permainan anak asuhnya di lima laga ajang Liga 2 yang telah dijalani. Pelatih asal...