Akademi Pradigta Luluskan 30 Wisudawati

309
UCAPKAN SELAMAT : Plt Bupati Batang Nasikhin saat memberikan selamat kepada wisudawati dari Akademi Pradigta, Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
UCAPKAN SELAMAT : Plt Bupati Batang Nasikhin saat memberikan selamat kepada wisudawati dari Akademi Pradigta, Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Menjadi pilot projet di Jawa Tengah, Akademi Pradigta Batang, sebuah lembaga pendidikan kader perempuan miskin, disabilitas dan kelompok marjinal pedesaan, meluluskan 30 wisudawati. Bertempat di Aula Kantor Bupati Batang, acara wisuda turut dihadiri Perwakilan Kordinator PEKKA Nasional dan Plt Bupati Batang, Kamis (2/3).

“Kabupaten Batang jadi pilot project Akademi Pradigta perwakilan Jawa Tengah, sebagai kepedulian kita untuk membantu pembangunan desa,” kata perwakilan Kordinator PEKKA Nasional Fitria Ningsih.

Diungkapkan,  proses pendidikan di Akademi Paradigta sudah berlangsung sejak Maret 2016. Di Indonesia hanya ada di 7 provinsi, antara lain di Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dengan jumlah akademia (peserta didik) lebih dari 200 orang untuk angkatan pertama.

Koordinator Pradigta Batang Desi Inayati menceritakan, saat awal pembukaan Akademi Pradigta di Batang sangat luar biasa karena banyak tantangannya. “Banyak kendala eksternal, dimana daya dukung perempuan untuk aktif di desa tidak terlalu besar. Namun malah, inilah yang menjadi dorongan kita untuk menjawab tantangan tersebut memulai pendidikan ini,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut, dari angkatan 1, Akademi Pradigta diikuti 29 perempuan. Namun di tengah jalan, banyak yang berguguran. Angkatan berikutnya, menerima 24 akademia, seperti angkatan 1, banyak juga yang tidak melanjutkan karena berbagai alasan.

Dijelaskan, pada Wisuda kali ini meluluskan 30 akademia. Yang berasal dari 12 desa dari dua Kecamatan, yaitu Tulis dan Kecamatan Kandeman.

Plt Bupati Batang Nasikhin usai mewisuda mengatakan Akademi Pradigta yang di inisiasi PEKKA  telah mendidik perempuan pedesaan di Kabupaten Batang agar bisa membebaskan mereka dari kemiskinan, penindasan dan ketidakadilan.

“Akademi Pradigta merupakan wujud nyata pengarustamaan gender yang menjadi kebijakan secara nasional, regional dan kebijakan pemerintah daerah. Dengan mendidik kaum ibu atau perempuan untuk bisa mandiri menjadi ibu yang hebat untuk bisa berdaulat,” jelas Nasikhin. (han/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here