7 Truk Tertimbun Lahar Dingin

256
RINGSEK : Warga dibantu relawan mengevakuasi bangkai pikap yang diterjang banjir lahar dingin, Kamis (2/3). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
RINGSEK : Warga dibantu relawan mengevakuasi bangkai pikap yang diterjang banjir lahar dingin, Kamis (2/3). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID – Hujan deras awal bulan ini juga mengakibatkan banjir lahar dingin di sejumlah sungai di Gunung Merapi. Tercatat 7 truk, 1 pikap dan 3 motor terseret arus sungai. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Radar Kedu, banjir lahar dingin terjadi Rabu (1/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, kawasan puncak Merapi diguyur hujan lebat. Banjir lahar yang membawa material pasir dan batu pun tak bisa dielakkan. Kemarin (2/3) proses evakuasi baru berlangsung.

Derasnya arus membuat 7 truk yang sedang mengantri untuk mengisi muatan pasir di lokasi tambang manual Banaran, Sudimoro, Srumbung terendam air dan pasir sampai hanya kelihatan bak belakangnya. Tidak hanya itu, 3 sepeda motor dan 1 pikap warna hijau milik Purwono, warga Dusun Ketonggo Desa Tersangede, Kecamatan Salam, Magelang hanyut di lokasi Dusun Klumpukan Seloboro Kecamatan Salam. Mobil ini terseret hingga ratusan meter.

“Saya sudah mengecek ke lokasi,dan memang benar ada 7 truk dan 3 sepeda motor yang terendam air dan pasir di alur sungai Putih ini. Armada truk dan sepeda motor dievakuasi sekitar jam 3 pagi ini (kemarin, red),” terang Kapolsek Srumbung AKP Suwidodo.

“Satu unit armada truk warna hijau mengalami kerusakan paling parah, kepala truk penyok diduga terkena material batu besar saat banjir, yang lainnya hanya lecet-lecet dan masih bisa dioperasikan,” tambahnya.

Dian Wahyu, salah satu relawan di Srumbung menuturkan, sebelum kejadian, armada penambangan sudah diperingatkan karena sinyal banjir dari atas gunung Merapi sudah tampak. Tapi mereka tidak segera mengindahkannya ditambah banjir datang dengan cepat.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang terus meng-up date data peristiwa bencana yang terjadi 1 Maret kemarin. Sejumlah lokasi sudah terkondisi sementara beberapa lainnya masih dalam proses evakuasi.

Data yang dihimpun, bencana dimulai adanya angin kencang di seputaran Akmil menumbangkan 8 pohon dan menutup akses jalan. Kemudian di depan Perusahaan “Patal Secang”, dampak menutup akses jalan Magelang-Secang. “Semua langsung terkondisi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

Di Dusun Nepak Wetan, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan pohon tumbang mengenai sejumlah rumah. Di antaranya milik Kardi, 65, Nurharyanto, 48, Kasdun, 45, Yuda Pratama, 35.

Bencana lain yang timbul adalah tanah longsor. Di antaranya di jalan masuk Makam Gunungpring, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. Dampaknya sejumlah kios rusak dan mengganggu akses jalan. Tanah longsor juga terjadi di Dusun Karangsari dan Serut, Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur sekitar pukul 16.00 WIB. Juga di Dusun Sambeng 1, Desa Sambeng.

Edy menambahkan, senderan makam di Desa Donomulyo dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Secang longsor. Dampaknya material menutup sebagian akses jalan antardesa dengan ketebalan 5 meter dengan panjang 10 meter.

Di Kecamatan Grabag sejumlah rumah terendam air akibat luapan sungai. Di Dusun Ponggol Desa Grabag 5 rumah terdampak. Di Dusun Baleagung. Sudimoro, Bedoyo, Jalan Grabag Cokro juga terjadi longsoran. Akibatnya akses kendaraan terganggu.

Edy mengatakan, saat ini proses penanganan bencana masih terus berlangsung. Evakuasi melibatkan unsur BPBD, SAR, TNI Polri, relawan dan masyarakat. “Sekarang semua proses pengondisian masih berlangsung,” katanya.

Dia berharap masyarakat yang kesulitan untuk melakukan pemulihan pascabencana bisa menghubungi BPBD atau kepolisian dan TNI setempat. “Yang belum terdata juga kita harapkan bisa melaporkan,” katanya. Pihaknya juga akan menyiapkan logistik untuk membantu korban terdampak bencana. (vie/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here