22 Calon Wasit Gagal Tes

PSSI Jateng Regenerasi Wasit

523
GAIRAHKAN SEPAK BOLA: Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng saat membuka kursus wasit nasional C1 di Semarang, sore kemarin. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAIRAHKAN SEPAK BOLA: Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng saat membuka kursus wasit nasional C1 di Semarang, sore kemarin. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 121 orang mengikuti kursus wasit nasional C1 di Semarang 1-6 Maret 2017 ini. Kursus yang digelar oleh Asprov PSSI Jateng ini untuk regenerasi menambah jumlah wasit di Jawa Tengah. Sebab, pada usia 46 tahun, wasit sudah harus pensiun.

Namun pihak PSSI tegas menerapkan aturan. Dengan standar tes yang ketat, kemarin sebanyak 22 orang harus pulang. Mereka tidak berhasil melewati tes fisik dan fitnes test. “Ya mau bagaimana lagi, seorang wasit sepak bola memang dituntut untuk punya fisik dan stamina yang bagus, serta tidak lupa mental yang kuat. Agar tetap prima saat memimpin pertandingan. Karena itu standar tes memang harus tinggi,” tandas Johar Lin Eng, Ketua Asprov PSSI Jateng.

Dengan tereleminasinya 22 orang tersebut, maka tersisa 99 orang yang akan menjalani kursus serta berbagai tes lain. Kursus dan tes dipimpin oleh tiga wasit nasional yakni Oki Dwi Putra, Suprihatin dan Setiyono.

Komite wasit Asprov PSSI Jateng Supriyanto mengatakan regenerasi wasit wajib dilakukan, terlebih putaran kompetisi Linus, Liga 2, dan Liga 1 akan segera diputar oleh PSSI. Supriyanto menambahkan saat ini wasit banyak yang berasal dari kalangan akademis. Hal ini sangat membantu dan meningkatkan SDM wasit sendiri. “Saya melihat wasit-wasit sekarang banyak dari kalangan guru-guru dan akademis. Ini cukup bagus dan sangat baik. Otomatis SDM wasit semakin meningkat dan lebih pintar,” jelasnya.

Sementara kemarin Asprov PSSI Jateng juga menggelar kursus pengawas pertandingan sepak bola level nasional. Kursus diikuti 42 orang pengawas pertandingan (PP) dari seluruh Indonesia. Kursus berlangsung 2-7 Maret dengan mendatangkan instruktur dari PSSI pusat, Achwani dan Cahyanto. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat PP nasional. (bas/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here