Tekuni Olahraga sejak Kecil

211
Adiska Rani Ditya Candra (MOCHAMAD ADI BC/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Adiska Rani Ditya Candra (MOCHAMAD ADI BC/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ADISKA Rani Ditya Candra, dara kelahiran Kabupaten Magelang 16 April 1993 ini menyukai olahraga sejak kecil. Dara kelahiran Kabupaten Magelang 16 April 1993 yang akrab disapa Adis ini, membuktikan kecintaannya dengan meraih penghargaan di Pekan Olahraga Daerah (POPDA) saat ia mulai menginjak kelas 4 di bangku sekolah dasar SD Negeri 2 Banyurojo Magelang. ”Selain saya suka olahraga, saya juga dari kecil orangnya emang punya sikap dan sifat kaya cowok dan saya juga orangnya pecicilan,” tuturnya.

Menyadari adanya kelebihan, gurunya menyarankan dan mengarahkannya agar fokus di bidang olahraga saja. ”Selain itu, olahraga ilmunya rill, di mana kita bisa mengerti nilai bagusnya di mana semua orang menilainya sama. Berbeda dengan seni, sudut pandang menilainya itu berbeda-beda pada setiap orang, jadi sulit bagi kita menilai bagusnya itu di mana,” ungkap Adis saat ditanya mengapa dirinya lebih suka dengan olahraga.

Setelah lulus dari bangku SD, ia melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kartika berlanjut ke Sekolah Menengah Atas (SMAN) 1 Bandongan dengan tetap aktif menekuni bidang olahraga. Bahkan, ia berhasil meraih juara 1 lompat jauh tingkat SMA se-Jateng (Popda) pada 2010.

Hingga berlanjut di perguruan tinggi, kecintaannya terhadap olahraga masih terpatri. Hal itu dibuktikan lagi dengan tetap mengambil jurusan olahraga di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Bahkan, dirinya pernah mengikuti beberapa lomba, di antaranya: PPLM se-Indonesia di Solo, Jatim Open berhasil meraih juara 3 lari gawang 100 meter pada 2014, juara 3 lompat jauh pada 2014, juara 3 lari gawang 100 meter pada 2016, juara 2 lompat tinggi pada 2016, Jabar Open, Pomnas dan terakhir Kejurnas Senior di Jakarta peringkat 5 lolos limit PON.

Ia pun menyayangkan beberapa atlet yang menggeluti bidang olahraga, namun hanya berpikiran soal uang melulu. Baginya itu, untuk menekuni bidang olahraga lakukan dengan serius jangan setengah-setengah apalagi mikirin uang, jangan deh. ”Mari kita mikirnya apa yang bisa aku memberikan pada mereka (Sekolah atau Instansi Terkait) bukan apa (imbalan) yang akan aku dapatkan langsung,” ungkap gadis yang kini menempuh S2 semester akhir di Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini. (mg27/ida/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here