33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Tak Akan Terjadi Longsor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PAKAR geologi dari Universitas Diponegoro (Undip), Dwiyanto menerangkan bahwa fenomena penurunan tanah di areal Desa Candi Garon Sumowono Bandungan Kabupaten Semarang sepanjang 1kilometer (km) lebih dengan kedalaman hingga 2 meter dari lapangan sepak bola hingga permukiman warga, merupakan gejala awal adanya longsor. Dikarenakan kondisi tanah dekat dengan tebing. ”Kalau tanah longsor awalnya memang seperti itu. Retak dulu, terus turun dan nanti berlanjut cepat atau lambat tergantung kondisi tanahnya,” ungkapnya.

Dwiyanto mengatakan apabila melihat dari retakan yang terjadi, tanah itu akan langsung ambrol tanpa ada pergerakan pelan. Namun ia juga menjelaskan bahwa hal itu tidak perlu dikhawatirkan, karena panjang penurunan yang terjadi lebih dari normalnya bencana tanah longsor. ”Kalau dilihat dari retakannya memang disebabkan curah hujan. Sebab daerah tersebut merupakan daerah perbukitan sehingga lempeng tanah bergeser,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa pencegahan sementara dapat dilakukan dengan memasukkan larutan semen di sepanjang penurunan tanah. Ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan sebagai upaya merekatkan antara tanah yang ambles dan tidak, sehingga bisa menahan. ”Sepanjang itu dimasuki atau diisi dengan larutan semen, nanti setelah kering akan merekat jadi seperti lem. Nah itu sudah bisa menahan untuk beberapa waktu,” tuturnya.

Dwiyanto menambahkan warga tidak perlu khawatir atas kejadian itu. Menurutnya, tidak akan menimbulkan bencana tanah longsor. ”Warga tidak perlu khawatir, jika penurunannya sepanjang 1 km itu kemungkinan terjadinya longsor kecil. Umumnya tanah longsor hanya sepanjang 50 meter bahkan jarang sekali yang sampai 100 meter,” pungkasnya. (mg26/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Kendaraan Polisi Diperiksa

MAGELANG – Menjelang Operasi Lilin Candi untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, aparat Kepolisian Resor Magelang Kota mulai memeriksa kendaraan bermotor (ranmor) seluruh personel,...

Musik Akustik dan Hip-hop Tutup Festival Kuliner

MAGELANG - Alunan akustik dari Light Night Magelang dan suguhan lengkingan hip hop dari Petho Beatz Magelang, menutup rangkaian acara Festival Kuliner Magelang 2017...

Padi Menangi Pilbup

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Magelang nomor urut 1, Zaenal Arifin-Edi Cahyana (Padi) berhasil unggul dalam rekapitulasi penghitungan suara di...

Ribuan Warga Blokir Jalan

MUNGKID—Kerusakan lingkungan akibat penambangan liar, membuat warga Desa Sumokaton, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, kehabisan kesabaran. Kemarin, ribuan warga turun ke jalan, memblokir jalan untuk...

Dadirejo Kampung KB Mandiri Pertama di Jateng

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Desa Dadirejo Kecamatan Tirto dinobatkan menjadi kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Pekalongan. Predikat tersebut sekaligus menjadi yang pertama di Jawa...

Empat Bank Terbitkan Kartu Tol

SEMARANG – Kini pengguna jalan tol tak hanya bisa membayar tol non tunai dengan e-Money dari Bank Mandiri saja. Bank BNI, BRI serta BTN...