Persiapkan Generasi Emas sejak Masa Kehamilan

223
CIPTAKAN GENERASI EMAS: Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memberikan testimoni dalam seminar Kesehatan Mewujudkan Generasi Berkualitas, belum lama ini.
CIPTAKAN GENERASI EMAS: Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memberikan testimoni dalam seminar Kesehatan Mewujudkan Generasi Berkualitas, belum lama ini.

SEMARANG – Generasi emas dan berkualitas berawal dari pernikahan dan masa kehamilan. Informasi dan pengetahuan yang akurat dalam mempersiapkan generasi berkualitas menjadi sesuatu yang mutlak bagi setiap pasangan keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka seminar kesehatan yang digelar Tim Penggerak PKK Kota Semarang di ruang Lokakrida lantai 8 Gedung Moch Ikhsan, belum lama ini. ”Setiap orang tua berkeyakinan dan berkomitmen bahwa setelah berumah tangga harapannya ingin memiliki putra-putri yang bermanfaat, sehat, cerdas dan membanggakan. Namun untuk menuju ke sana tidak bisa instan, semuanya harus melalui sebuah proses yang berawal dari kehamilan,” tegas Hendi, sapaan akrabnya.

Kegiatan yang bertemakan ”Mempersiapkan Generasi Berkualitas sejak Masa Kehamilan” itu diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas ibu hamil dan pasangannya, petugas gizi Puskesmas, kader PKK, Dharma Wanita, Persit dan Bhayangkara.

Orang nomor satu di Kota Semarang itu pun menceritakan pengalaman saat istrinya mengandung anak pertama, dia selalu berkomunikasi dengan calon bayi. ”Memang awalnya agak terasa aneh, namun dari yang saya baca dan pahami bahwa cara demikian itu sangat penting dan baik,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi. Menurutnya, komunikasi yang efektif dengan anak harus dimulai sejak masih di dalam kandungan, misalnya dengan memberikan ASI eksklusif. ”Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, para peserta menjadi bertambah informasinya sehingga putra-putri yang ada dalam kandungan nantinya tidak hanya menjadi anak yang ganteng dan cantik saja, tetapi juga sehat dan pintar. Harapannya pada tahun 2045 menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dr Utami Roesli, aktivis yang giat memperjuangkan hak bayi memperoleh ASI dalam materinya menyampaikan tentang pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD). ”Proses menyusui dimulai secepatnya, segera setelah lahir dengan meletakkan bayi di dada ibu sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu minimal selama 1 jam,” terangnya.

”Di samping itu, melibatkan ayah dan keluarga dalam mengobservasi bayi yang baru lahir. Di antaranya dengan mengobservasi warna, pernapasan, suhu, patensi saluran napas,” jelasnya. (zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here