Pembangunan Wana Wisata Lobang Dikebut

633
SANTAI : Sekdes Lobang Haryono (merah) bersama petugas Perhutani dan tim perencanaan sedang beristirahat di meja kursi alam yang unik di Wana Wisata Desa Lobang, Kecamatan Limpung. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
SANTAI : Sekdes Lobang Haryono (merah) bersama petugas Perhutani dan tim perencanaan sedang beristirahat di meja kursi alam yang unik di Wana Wisata Desa Lobang, Kecamatan Limpung. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Demi mengejar target bisa dibuka untuk umum pada Lebaran nanti, pembangunan Wana Wisata di Desa Lobang, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dikebut. Selain menambah jumlah tenaga profesional yang menangani sesuai bidangnya, juga melakukan pengerahan tenaga khusus.

“Hingga kini, kami terus mengebut pengerjaan Wana Wisata Lobang. Selain menambah tenaga khusus yang diatur bergiliran, juga menambah tenaga profesional,” ungkap Sekdes Desa Lobang Haryono, Rabu (1/3).

Pria yang juga didapuk sebagai Ketua Pelaksana Pembangunan ini menambahkan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dikerjakan. Terutama infrastruktur serta tambahan objek wisata. Namun semua sudah tertata rapi dan tinggal eksekusi saja.

Diungkapkan, yang membuat warga setempat semangat karena dukungan dari pemerintah dalam hal ini Kecamatan Limpung dan Perhutani yang mempunyai wilayah sangat besar. “Pemerintah sangat mendukung kami 100 persen. Bahkan Perhutani selain menyediakan kayu dan bambu, juga mengizinkan menebang beberapa pohon pinus yang sekiranya mengganggu untuk dimanfaatkan jadi properti wisata,” jelasnya.

Hasilnya, banyak ide-ide unik dan menarik bermunculan dari warga yang ikut bergotong royong. Salah satunya seorang tukang kayu membuat meja kursi unik dari potongan kayu pinus yang dirangkai dan ditempel sedemikian rupa ke pohon pinus hidup, sehingga menjadi artistik. Ada juga bangku panjang yang terbuat dari potongan kayu pinus melintang yang bisa diduduki beberapa orang. Untuk yang suka selfie tersedia banyak tempat yang indah dan romantis.

Sampai hari ini, hasil kerja keras warga Desa Lobang sudah mulai bisa dinikmati. Wana Wisata yang terletak di kawasan hutan pinus, saat ini mudah dijangkau dengan kendaraan. Di lokasi tersebut semua wisata dalam satu lingkup. Seperti air terjun Sipager, Gardu Pandang dan Bumi Perkemahan.

Dari gardu pandang barat pengunjung bisa melihat pemandangan kota Kecamatan Limpung dan panorama matahari tenggelam. Di bukit timur lebih spektakuler lagi. Selain panorama sunrise juga bisa melihat kota Kendal dengan jelas karena posisinya sangat ideal. Air terjun Sipager juga sudah siap. Bahkan warga setempat berhasil menghidupkan kembali dua air terjun yang dulu tidak mendapat pasokan air dengan cara membelokkan aliran air dari air terjun Sipager yang terletak di atasnya.

“Sekarang kami sedang melebarkan jalan setapak untuk memudahkan pengunjung mencapai lokasi yang diinginkan, menyediakan tong sampah dan membuat toilet,” jelas Sekdes.

Tahap selanjutnya pihaknya akan membuat kios yang menyediakan jajanan khas Desa Lobang agar pengunjung semakin nyaman dan ada buah tangan setelah datang kesana.

Sementara anggota Klub Pecinta Alam Setapak Adventure yang turut mengelola Wana Wisata tersebut, Mohammad Nurdana,mengungkapkan optimismenya tentang keuntungan yang bisa didapat masyarakat dengan adanya Wana Wisata ini.

“Dengan semua fasilitas yang mendukung serta alam yang sudah indah, saya yakin kedepan akan menguntungkan sekali bagi warga,” jelas pemuda yang menjadi pencetus gagasan Wana Wisata ini. Ditambahkan, selain wisata alam yang tinggal dirapikan, ditempat tersebut akan didukung dengan wahana permainan yang unik dan penuh tantangan kepada pengunjung. (han/sct/ric)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here