Pasutri Tewas Tertimbun Longsor Bencana di Mana-Mana

254
BENCANA: Sebuah pohon di depan kompleks Akmil Magelang tumbang dan menutup jalan.
BENCANA: Sebuah pohon di depan kompleks Akmil Magelang tumbang dan menutup jalan.

MUNGKID – Hujan deras yang terjadi Rabu (1/3) siang hingga petang menimbulkan banyak bencana di Kabupaten dan Kota Magelang. Tercatat ada tanah longsor, banjir dan angin puting beliung yang tersebar di sejumlah wilayah. Dua orang warga Kabupaten Magelang meninggal dunia akibat longsor.

Informasi yang dihimpun koran ini, dua korban meninggal adalah pasangan suami istri Kasiono dan Lasmini. Keduanya terkena longsoran di kawasan pertambangan Bego Pendem Kali Bebeng Kecamatan Srumbung. Jasad warga Santren Gunungpring Muntilan itu sudah di RSUD Muntilan. “Saat ini masih dalam proses identifikasi,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Santoso kemarin malam.

Keduanya tertimpa tebing yang longsor saat melakukan aktivtas penambangan. Proses evakuasi membutuhkan waktu lama karena keduanya terkubur material.

Selain longsor tersebut, di kawasan Merapi, hujan deras juga mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Antara lain Kali Blongkeng dan Kali Putih. Air meluap hingga jembatan Krapyak. Jembatan Bugangan juga tidak bisa dilewati. Jalur Gulon ke selatan juga terendam luapan air dari anak sungai di desa tular. “Kita harap masyarakat waspada,” imbau Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto.

Hujan lebat juga mengakibatkan meluapnya sejumlah saluran air. Di komplek parkiran Makam Aulia Raden Santri, air menggenang dan membentuk arus deras. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh. Tidak hanya itu, dua los pedagang di kawasan itu hanyut terbawa derasnya air yang meluap ke jalan.

Banjir di jalan Lettu Sugiyarto Muntilan juga cukup deras. Air menggenang di komplek pasar sementara Muntilan hingga area dalam pasar. Ketinggian banjir mencapai 40 sentimeter.

Beberapa titik menuju Kota Magelang juga banjir, antara lain Jalan Soekarno-Hatta, Bumirejo Mertoyudan. Serta pohon tumbang di jalan menuju kota titik Giriloyo depan Akmil sehingga menutup akses jalan.

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Rabu (1/3), mengakibatkan sedikitnya lima pohon tumbang. Utamanya di Jalan Gatot Subroto depan Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Beberapa pohon berukuran besar yang tumbang menutup badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas Magelang-Purworejo dan sebaliknya sempat terputus.

Vibri, 19, salah satu karyawati toko tidak jauh dari lokasi bencana mengungkapkan, hujan disertai angin kencang sudah mulai turun sejak pukul 16.00 WIB. Namun, pohon pertama mulai tumbang sekitar pukul 16.30 WIB.

”Saking kencangnya tiupan angin, sampai pepohonan bergoyang-goyang. Tidak lama pohonnya tumbang ke arah jalan raya,” saksi Vibri. Ia mengatakan, aliran listrik saat itu juga menjadi padam.

Vibri mengungkapkan, saat jam pulang kerja, kondisi lalu lintas di jalan Gatot Subroto cukup ramai. Namun, lantaran terjadi hujan deras disertai angin, jalan tersebut terlihat sepi.

”Hanya beberapa yang terlihat melintas. Ada pengendara yang melintas, tapi setelah jauh, pohon baru tumbang,” terangnya.

Kapolsek Magelang Selatan Kompol Muh Dahlan Nuri sekitar pukul 17.15 langsung mengerahkan sedikitnya 75 personel untuk melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Rekayasa lalu lintas juga dilakukan selama jalan utama terputus.

”Untuk mengurai kemacetan yang parah, arus lalu lintas kita alihkan melalui jalur alternatif,” papar Dahlan.

Pengendara yang akan menuju ke Jalan Gatot Subroto dialihkan menuju Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Sultan Agung. Sedangkan dari arah Purworejo menuju Kota Magelang, diarahkan ke Jalan Sunan Bonang dan Sunan Ampel menuju Jalan Sultan Agung.

Pohon tumbang juga terjadi depan pabrik tekstil Secang. Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter tumbang dan melintang di jalan. Akibatnya jalan utama Semarang-Jogja sempat tertutup dan tidak bisa dilalui kendaraan. Jalur ini kembali lancar setelah petugas dibantu warga berhasil menyingkirkan batang dan dahan-dahan pohon tersebut dari jalan raya.

Longsor juga terjadi di Bigaran Kecamatan Borobudur. Tapi material longsoran segera dibersihkan dengan alat berat. Longsor di Dusun Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali juga membuat jalur SSB (Solo, Selo, Borobudur) tertutup. “Banyak informasi masuk. Seperti longsor Desa Pandean Kecamatan Ngablak dan pohon tumbang menutup akses utama Semarang-Jogja, depan pabrik tekstil Secang,” kata Edy. Hingga berita ini ditulis, BPBD Kabupaten Magelang masih mendata bencana yang terjadi.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Tidar Kota Magelang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mengerahkan kendaraan berat milik Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk membersihkan pohon yang tumbang. Tidak ada korban jiwa maupun kendaraan dalam peristiwa ini.

Kepala DLH Kota Magelang Machbub Yani Arfian mengatakan, pohon yang tumbang bukan tergolong pohon tua. Kencangnya angin dan kontur tanah, disebut-sebut menjadi faktor tumbangnya pohon peneduh. “Dari pendataan kami, pohon-pohon ini tidak lapuk dan tidak mudah patah,” kata Machbub.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan melakukan perawatan pohon peneduh secara intensif. Diantaranya memotong ranting pohon. “Sebelum kejadian ini, kami sudah melakukan perawatan pemangkasan pohon di sekitar Alun-alun Selatan,” akunya.

Kemudian di Karaoke Tidar Pattaya, Tidar Selatan, hujan disertai angin merobohkan kanopi di teras bangunan. Akibatnya sejumlah sepeda motor yang sedang parkir rusak karena tertimpa material kanopi. (vie/cr1/put/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here