Korsik SMK Kesdam Iringi Apel

246
PREVENTIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo memasang pita di pundak petugas operasi Simpatik Candi 2017. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
PREVENTIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo memasang pita di pundak petugas operasi Simpatik Candi 2017. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG – Operasi Simpatik Candi 2017 digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia mulai kemarin (1/3). Di Alun-alun Kota Magelang, apel gelar pasukan diiringi korps musik (korsik) dari SMK Kesdam IV/Diponegoro Magelang.

Personel korsik memainkan alat musik seperti terompet, drum bass, drum tenor, balera, trio tom dan simbal untuk sebagai penegas setiap sesi. Seperti penghormatan kepada inspektur apel yang dipimpin Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo. Termasuk saat Hari memasuki lapangan hingga naik ke mimbar untuk memberikan amanat Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa.

”Korsik terdiri dari 41 siswa kelas IX jurusan keperawatan dan analis kesehatan. Plus enam siswa militer. Kami mendampingi atas permintaan Pak Kapolres saat menjadi pembina upacara hari Senin di sekolah kami,” kata Komandan Peleton Korsik SMK Kesdam IV/Diponegoro Sersan Darohmad, kemarin.

Sementara itu, Hari optimistis mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Magelang hingga 25 persen. Setiap tahun, jumlah kecelakaan cenderung meningkat. ”Tahun 2016 meningkat menjadi 188 dari tahun 2015 berjumlah 136 kejadian. Kami ingin menurunkan. Utamanya melalui Operasi Simpatik Candi 2017,” terang Hari.

Hari memaparkan, operasi tersebut bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat, meminimalisir angka pelanggaran serta kecelakaan di Kota Magelang. Beberapa target operasi di antaranya kendaraan khususnya roda dua yang melawan arus lalu lintas dan pelanggaran batas kecepatan. Termasuk kendaraan berat yang diyakini kerap melanggar peraturan masuk kota.

”Selama Operasi Simpatik, hanya sepuluh persen pelanggaran kita tindak secara hukum. Karena kita lebih mengedepankan tindakan preventif dan humanis sambil memberikan sosialisasi keselamatan berkendara,” tegasnya.

Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Marwanto menekankan, anggota yang bertugas tidak akan melakukan penilangan. Namun lebih pada tindakan preventif melalui teguran. ”Namun jika ditemukan pelanggaran cukup berat maka akan dilakukan tindakan represif. Seperti tidak membawa STNK,” imbuh Marwanto. (cr1/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here