33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Kembangkan Bisnis di Usia Muda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Tiga entrepreneur muda dan berbakat hadir di tengah-tengah civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana, Rabu (1/3) siang. Muhammad Haykal Kamil, Vicky Veranita Yudhasoka, dan Shandy Aulia hadir dalam Talkshow bertajuk Strive For Revolutionary Business Ideas yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di Balairung UKSW.

Ketiganya berbagi kiat sukses terjun di bidang bisnis di usia muda dengan modal minimal. Haykal Kamil selaku Chief Marketing Officer of ZAM Cosmetic menceritakan awal mula ia terjun ke dunia bisnis dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang tengah menurun. Kondisi tersebut memaksa adik kandung artis Zaskia Mecca ini untuk memulai usaha bisnis guna membiayai kuliahnya sendiri.

Bermodalkan kreativitas, relasi yang baik dengan sahabat dan keluarga, serta tidak takut untuk melakukan hal yang baru di usia muda, Haikal memulai bisnis desain kaos. Dengan makin berkembangnya usaha tersebut, saat ini Haykal dipercaya untuk menangani secara khusus bagian marketing usaha milik keluarganya.

“Pesan saya, jangan pernah takut memulai sesuatu. Usahakan saat memulainya, kita merasa memiliki passion pada bidang tersebut. Maka apapun yang dilakukan pasti akan menyenangkan,” tutur pria kelahiran 26 tahun silam ini.

Senada dengan Haykal, artis dan penyanyi cantik Vicky Veranita Yudhasoka atau yang lebih akrab disapa Vicky Shu mempercayai bahwa apapun bisnis yang digeluti apabila sesuai dengan passion yang dimiliki maka terasa lebih mudah.

Meskipun diakui oleh pemilik bisnis sepatu dengan label Syu Shu Shoes ini akan terasa berat di awal. Vicky menuturkan bahwa dirinya tak sungkan untuk melayani konsumen secara langsung.

“Tidak jarang pesanan sepatu saya antarkan sendiri. Hal-hal sederhana inilah yang mungkin membuat konsumen terus memberi kepercayaan kepada saya. Selain itu, saya tidak pernah bosan jalin interaksi dengan konsumen, meskipun butuh cukup banyak waktu tapi justru saya bisa tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen” imbuhnya.

Sementara itu, artis yang tenar sejak membintangi film Eiffel I’m in Love, Shandy Aulia menyebut bahwa ketenarannya sebagai artis tidak menjamin brand yang diciptakannya juga banyak disukai orang. Ia yang mencoba membuat desain dari produk SA Collections miliknya ini mengaku, semua tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan.

“Berbisnis itu harus pakai hati, karena kalau orientasinya uang, maka akan terbebani,” kata Shandy yang saat ini sudah memiliki lebih dari 70 karyawan ini. (sas/mg27/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sebagai Upaya Efektif Adang Paham Radikal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Koordinasi Amalan Islam (BKAI) diobsesikan segera terbentuk di Kota Semarang bila perlu level provinsi. Wadah ini, diyakini akan menjadi sarana...

Semarang Kekurangan Pialang Saham

SEMARANG – Industri pasar modal diyakini akan terus berkembang di tahun 2017 ini. Sayangnya, sumber daya manusia pada sektor tersebut belum cukup memadai. Di...

Menanam Pohon Berbuah Yaqut di Surga

JIKA pernah berkunjung ke Puncak Bogor beberapa tahun lalu tentu kondisinya belum sepanas seperti sekarang ini. Ataupun jika melihat langit Jakarta selalu mendung tapi...

Layani Kebutuhan Fisioterapi Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jika BPJS Kesehatan tak lagi menjamin layanan fisioterapi, maka Stikes Widya Husada (WH) Semarang kini membuka klinik pendidikan fisioterapi bagi masyarakat umum. Layanan...

Tetap Antar Ibu ke Kelenteng

”Ibu sangat menghargai apa yang saya yakini. Bahkan seringkali saya mengantarkan ibu untuk beribadah di kelenteng.” Eko Heru Nur Fathoni EKO Heru Nur Fathoni atau...

Pemkab Pekalongan Berhasil Pertahankan Opini WTP

KAJEN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Predikat WTP atas Laporan Hasil...