Kembangkan Bisnis di Usia Muda

203
PEMBICARA: Muhammad Haykal Kamil (kedua dari kiri), Vicky Shu (ketiga dari kiri) dan Shandy Aulia (kanan) memaparkan pengalaman mereka dalam mengembangkan bisnis.
PEMBICARA: Muhammad Haykal Kamil (kedua dari kiri), Vicky Shu (ketiga dari kiri) dan Shandy Aulia (kanan) memaparkan pengalaman mereka dalam mengembangkan bisnis.

SALATIGA – Tiga entrepreneur muda dan berbakat hadir di tengah-tengah civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana, Rabu (1/3) siang. Muhammad Haykal Kamil, Vicky Veranita Yudhasoka, dan Shandy Aulia hadir dalam Talkshow bertajuk Strive For Revolutionary Business Ideas yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) di Balairung UKSW.

Ketiganya berbagi kiat sukses terjun di bidang bisnis di usia muda dengan modal minimal. Haykal Kamil selaku Chief Marketing Officer of ZAM Cosmetic menceritakan awal mula ia terjun ke dunia bisnis dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang tengah menurun. Kondisi tersebut memaksa adik kandung artis Zaskia Mecca ini untuk memulai usaha bisnis guna membiayai kuliahnya sendiri.

Bermodalkan kreativitas, relasi yang baik dengan sahabat dan keluarga, serta tidak takut untuk melakukan hal yang baru di usia muda, Haikal memulai bisnis desain kaos. Dengan makin berkembangnya usaha tersebut, saat ini Haykal dipercaya untuk menangani secara khusus bagian marketing usaha milik keluarganya.

“Pesan saya, jangan pernah takut memulai sesuatu. Usahakan saat memulainya, kita merasa memiliki passion pada bidang tersebut. Maka apapun yang dilakukan pasti akan menyenangkan,” tutur pria kelahiran 26 tahun silam ini.

Senada dengan Haykal, artis dan penyanyi cantik Vicky Veranita Yudhasoka atau yang lebih akrab disapa Vicky Shu mempercayai bahwa apapun bisnis yang digeluti apabila sesuai dengan passion yang dimiliki maka terasa lebih mudah.

Meskipun diakui oleh pemilik bisnis sepatu dengan label Syu Shu Shoes ini akan terasa berat di awal. Vicky menuturkan bahwa dirinya tak sungkan untuk melayani konsumen secara langsung.

“Tidak jarang pesanan sepatu saya antarkan sendiri. Hal-hal sederhana inilah yang mungkin membuat konsumen terus memberi kepercayaan kepada saya. Selain itu, saya tidak pernah bosan jalin interaksi dengan konsumen, meskipun butuh cukup banyak waktu tapi justru saya bisa tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen” imbuhnya.

Sementara itu, artis yang tenar sejak membintangi film Eiffel I’m in Love, Shandy Aulia menyebut bahwa ketenarannya sebagai artis tidak menjamin brand yang diciptakannya juga banyak disukai orang. Ia yang mencoba membuat desain dari produk SA Collections miliknya ini mengaku, semua tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan.

“Berbisnis itu harus pakai hati, karena kalau orientasinya uang, maka akan terbebani,” kata Shandy yang saat ini sudah memiliki lebih dari 70 karyawan ini. (sas/mg27/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here