Kaca Dipecah, Uang 75 Juta Raib

Mobil Direktur BUMN

197
PECAH KACA: Kaca mobil milik Direktur PT Biro Perjalanan Wisata Bhumi Visatanda Pujo Suwarno yang dipecah maling.
PECAH KACA: Kaca mobil milik Direktur PT Biro Perjalanan Wisata Bhumi Visatanda Pujo Suwarno yang dipecah maling.

MUNGKID – Aksi pencurian dengan modus memecah kaca kembali terjadi di Kabupaten Magelang. Setelah sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto menjadi korban, kini Direktur PT Biro Perjalanan Wisata Bhumi Visatanda, anak perusahaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWCB PRB) Pujo Suwarno mengalami hal serupa di SPBU Candi Mas Ponggol Kecamatan Muntilan.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp 100 juta. Pelaku diduga memiliki modus yang sama dengan pencurian yang dialami Sariyan di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Prumpung Muntilan beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun koran ini, kejadian tersebut terjadi Selasa (1/3) sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu, Pujo bersama rekannya Susanto, berhenti di SPBU tersebut untuk menjalankan salat Maghrib.

Hanya berselang seperempat jam, korban kaget, kaca sebelah kanan mobil CRV dengan nopol AB 1487 EU miliknya sudah pecah. Sebelum salat, dia sudah memastikan mobil terkunci dan kaca tertutup. Ia mengaku tidak mendengar suara benturan atau yang mencurigakan selama berada di musala SPBU.

Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto mengatakan, aksi pencurian itu membuat korban mengalami kerugian hampir Rp 100 juta. Terdiri dari tas kulit, laptop, cincin emas putih 13 gram, uang tunai 75 juta. Selain itu turut dibawa pencuri sejumlah buku tabungan dan kunci mobil serta STNK.

“Aksi pencurian ini berlangsung cukup cepat. Mungkin hanya hitungan menit,” kata Mudiyanto di sela-sela olah tempat kejadian perkara.

Pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku sama dengan yang melakukan aksi pecah kaca mobil milik Ketua DPRD Kabupaten Magelang. “Kita masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya.

Saat ini sedang mengumpulkan barang bukti dan memeriksa beberapa saksi di lapangan, termasuk korban sebagai saksi pelapor. “Dengan adanya kejadian ini diharapkan masyarakat yang memarkir kendaraannya untuk lebih berhati hati dan apabila di dalam kendaraaan ada barang berharga hendaknya dibawa serta jangan ditinggal dalam kendaraan,” katanya. (vie/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here