Jukir Palsu Bawa Kabur Motor

181

MAGELANG – Modus para pelaku pencurian kendaraan bermotor kini semakin kreatif. Terbaru, pelaku rela menyamar menjadi juru parkir (jukir) demi mendapatkan motor incaran.

Modus pencurian yang tergolong anyar di Kota Magelang ini menimpa Dwi Andriani, warga kompleks perumahan Panca Arga, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Korban terpaksa kehilangan motor kesayangan di depan SMP Negeri 2 Magelang setelah menitipkan kepada oknum yang mengaku sebagai juru parkir.

Menurut informasi yang dihimpun, pencurian tersebut terjadi di depan SMP Negeri 2 Magelang, Minggu (26/2) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Dwi mengantarkan anaknya yang akan mengikuti try out ujian nasional (unas).

Saat mengantarkan anaknya masuk ke dalam sekolah, korban memarkirkan Honda Vario AB 6311 BK di depan sekolah. Tepatnya di badan Jalan Pierre Tendean Nomor 8, Magelang Utara, Kota Magelang.

Diduga selama pelaksanaan try out, badan jalan tersebut digunakan sebagai lahan parkir dadakan bagi kendaraan para peserta latihan ujian. Saat memarkirkan motor, pelaku yang masih dalam pengejaran polisi ini meminta korban untuk tidak mengunci setang. Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku sempat meminta retribusi Rp 2 ribu tanpa diberi karcis.

Saat keluar dari gerbang sekolah sekitar pukul 10.00 WIB, betapa kagetnya Dwi mendapati motor yang baru dibeli pada 2016 itu tidak lagi ada di parkiran. Yakin menjadi korban pencurian, ia langsung melapor ke Mapolres Magelang Kota.

Kapolres Magelang Kota Hari Purnomo menjelaskan, polisi yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian. Beberapa saksi di lokasi juga sudah dimintai keterangan untuk mempermudah pengungkapan kasus. ”Belum tertangkap. Baru penyelidikan,” ungkap Hari usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Candi 2017, kemarin.

Ia menyatakan, cara menyamar menjadi juru parkir merupakan modus kejahatan baru di Kota Magelang. Terkait cara pelaku membawa kabur motor korban, Hari belum bisa memastikan. ”Apakah menggunakan kunci T, kita juga belum bisa pastikan,” kata dia.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Hari mengimbau kepada warga Kota Magelang dan sekitarnya untuk lebih peduli dan waspada terhadap keamanan motornya. Pemilik kendaraan diharapkan memiliki kunci ganda atau gembok tambahan. Atau memasang saklar rahasia yang hanya diketahui si pemilik. (cr1/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here