Harga Bawang Merah Melonjak

141
STOK TIPIS: Pedagang bawang merah di Pasar Johar Relokasi, kemarin.

SEMARANG – Curah hujan tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan hasil panen petani lokal untuk beberapa komoditi mengalami kegagalan. Salah satunya adalah bawang merah. Imbasnya, bawang merah menjadi langka di pasaran dan mengakibatkan kenaikan harga mencapai dua kali lipat.

Kenaikan harga bawang merah terjadi sejak dua pekan yang lalu.  Di beberapa pasar tradisional di Semarang, harganya berkisar Rp. 31.000 – 32.000 per kilogram. Pada kondisi normal hanya berkisar Rp. 18.000 – 22.000 per kilogram.

Bawang merah di Semarang, di antaranya dipasok dari berbagai daerah seperti Brebes, Demak, Purwodadi, Madura dan Nganjuk, Jatim. Ngadiran, 42, salah satu pedagang bawang di relokasi pasar Johar kawasan Masjid Agung Blok E18, Selasa (1/1) mengatakan, saat ini cukup sulit mencari pasokan bawang merah. Kalaupun ada, stok terbatas. “Informasinya, di beberapa daerah penghasil bawang merah terjadi banjir sehingga tanaman rusak,” tandasnya.

Untuk mencukupi permintaan bawang merah, dia terpaksa mendatangkan bawang impor dari India dan Philipina. Harga bawang merah impor ini lebih murah, bawang impor tidak mudah busuk seperti bawang lokal. “Harganya hampir separuh dari bawang lokal. Per kilogram hanya Rp. 15.000 – 16.000,” tukasnya.

Ani Kusmawati salah satu pembeli di pasar tersebut mengaku kaget lantaran harga bawang merah terus mengalami kenaikan selama hampir 10 hari terakhir.  “Harganya naik terus. Tapi semahal-mahalnya harga bawang terpaksa dibeli karena setiap masakan memerlukan bawang merah,” tukas Ani. (mg29/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here