33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Dua Bulan, Sudah 39 Bencana Terjadi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sepanjang 2016, Basarnas Jateng mencatat sedikitnya 216 kejadian bencana dengan jumlah korban 2.737 orang yang didominasi kecelakaan air baik yang terjadi di sungai, laut, dan perairan lain yang mencapai 90 persen.

”Di 2017, selama dua bulan ini bencana yang kami tangani sudah 39 peristiwa dan hal itu masih didominasi dengan kecelakaan air. Kami harapkan masyarakat juga ikut dalam meningkatkan kewaspadaan supaya meminimalisir hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Basarnas Jateng, Agus Haryono, Selasa (28/2).

Dalam acara HUT ke-45 Basarnas yang dirayakan di kantor setempat, Agus menyampaikan tidak berlebihan jika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut provinsi ini sebagai ”etalase” atau ”supermarket”nya bencana alam. ”Memang semua bencana alam dari longsor, gempa bumi  hingga gunung meletus terjadi di Jateng,” katanya.

Meskipun terjadi banyak bencana, pihaknya mengaku tidak pernah mengeluhkan kekurangan tenaga. Ini disebabkan potensi SAR lainnya seperti pencinta alam (mahasiswa), relawan bahkan masyarakat setempat. Agus mengungkapkan peralatan yang dimiliki oleh Basarnas Jateng dirasa cukup memadai. ”Sarpras yang kami miliki saat ini saya rasa cukup, seperti kendaraan amphibi, ATV, rescue cars dan lainnya,” imbuhnya.

Dirinya juga mengungkapkan, tugas Basarnas bersangkutan dengan pertolongan dan evakuasi korban bencana ataupun kemanusiaan kecuali kriminalitas. ”Semua tentang kegiatan terkait kemanusiaan, seperti korban bencana dan penyelamatan merupakan tugas dari Basarnas, dan akan kami tingkatkan lagi, sebagai bentuk komitmen Basarnas,” ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Terutama mereka yang bermukim di daerah rawan bencana. Agus menambahkan, Kota Semarang masuk dalam pemetaan rawan bencana di wilayah timur, karena banjir yang terjadi baru baru ini. (mg26/ric/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Santri Miskin Belum dapat BPJS

WONOSOBO – Kebijakan Pemerintah Tentang Jaringan Kesehatan Nasional (JKN) pelayanan, belum tersebar secara merata. Di antaranya, belum menjangkau santri. Di Wonosobo, misalnya, banyak santri...

Replika Kastil dari Biskuit Jahe

SEMARANG – Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, Aston Semarang Hotel and Convention Center membuat replika pohon Natal yang terbuat dari kertas bekas....

Koleksi Buku Sendiri, Sudah Terdaftar di Portal Kemendikbud

RADARSEMARANG.COM - Amarylisse Magnificia Cesari Ganz masih siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Magelang. Namun ia sudah peduli dengan gerakan literasi. Ia mengelola Rumah...

GNPK Nilai Kejari Batang Mandul

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang mandul dalam menangani kasus...

Monggo Moro, Kuliner Obat Kangen Rumah

RADARSEMARANG.COM, BATANG –  Ketika melewati jalur pantura Gringsing bagian paling timur Kabupaten Batang, pasti akan menemui banyak sekali warung makan dengan berbagai versi dan...

Kampung Pelangi Jadi Magnet Wisatawan Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Geliat pariwisata di Kota Semarang mulai menjadi magnet wisatawan. Menyusul banyaknya kampung tematik yang dibentuk Pemkot Semarang. Salah satunya Kampung Pelangi...