Dua Bulan, Sudah 39 Bencana Terjadi

233
KECELAKAAN AIR MENDOMINASI: Suasana Peringatan HUT ke-45 Basarnas di Kantor SAR Semarang Basarnas Jateng, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECELAKAAN AIR MENDOMINASI: Suasana Peringatan HUT ke-45 Basarnas di Kantor SAR Semarang Basarnas Jateng, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sepanjang 2016, Basarnas Jateng mencatat sedikitnya 216 kejadian bencana dengan jumlah korban 2.737 orang yang didominasi kecelakaan air baik yang terjadi di sungai, laut, dan perairan lain yang mencapai 90 persen.

”Di 2017, selama dua bulan ini bencana yang kami tangani sudah 39 peristiwa dan hal itu masih didominasi dengan kecelakaan air. Kami harapkan masyarakat juga ikut dalam meningkatkan kewaspadaan supaya meminimalisir hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Basarnas Jateng, Agus Haryono, Selasa (28/2).

Dalam acara HUT ke-45 Basarnas yang dirayakan di kantor setempat, Agus menyampaikan tidak berlebihan jika Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut provinsi ini sebagai ”etalase” atau ”supermarket”nya bencana alam. ”Memang semua bencana alam dari longsor, gempa bumi  hingga gunung meletus terjadi di Jateng,” katanya.

Meskipun terjadi banyak bencana, pihaknya mengaku tidak pernah mengeluhkan kekurangan tenaga. Ini disebabkan potensi SAR lainnya seperti pencinta alam (mahasiswa), relawan bahkan masyarakat setempat. Agus mengungkapkan peralatan yang dimiliki oleh Basarnas Jateng dirasa cukup memadai. ”Sarpras yang kami miliki saat ini saya rasa cukup, seperti kendaraan amphibi, ATV, rescue cars dan lainnya,” imbuhnya.

Dirinya juga mengungkapkan, tugas Basarnas bersangkutan dengan pertolongan dan evakuasi korban bencana ataupun kemanusiaan kecuali kriminalitas. ”Semua tentang kegiatan terkait kemanusiaan, seperti korban bencana dan penyelamatan merupakan tugas dari Basarnas, dan akan kami tingkatkan lagi, sebagai bentuk komitmen Basarnas,” ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Terutama mereka yang bermukim di daerah rawan bencana. Agus menambahkan, Kota Semarang masuk dalam pemetaan rawan bencana di wilayah timur, karena banjir yang terjadi baru baru ini. (mg26/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here