BPI Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Jawa

207
DUKUNG PEMBANGUNAN: Kunjungan Bhimasena Power Indonesia (BPI) dipimpin langsung oleh Presiden Direktur BPI, Takashi (Taka) Irie (tiga dari kiri) didampingi Direkturnya W. Adjinugroho, dan Manager Humas Ayu Windiyaningrum. Sedangkan dari redaksi disambut oleh Direktur Utama Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz, General Maneger Metro Pekalongan Riyadi, dan Koordinator Liputan Ida Noer Layla.(Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
DUKUNG PEMBANGUNAN: Kunjungan Bhimasena Power Indonesia (BPI) dipimpin langsung oleh Presiden Direktur BPI, Takashi (Taka) Irie (tiga dari kiri) didampingi Direkturnya W. Adjinugroho, dan Manager Humas Ayu Windiyaningrum. Sedangkan dari redaksi disambut oleh Direktur Utama Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz, General Maneger Metro Pekalongan Riyadi, dan Koordinator Liputan Ida Noer Layla.(Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Menyikapi berbagai persoalan media sosial yang begitu cepat berkembang, manajemen Bhimasena Power Indonesia (BPI) yang merupakan perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan mengoperasikan 2×1.000 MW (Megawatt) di Jawa Tengah, mengunjungi kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, Semarang, pada Rabu (1/3).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Direktur BPI, Takashi (Taka) Irie didampingi Direkturnya W. Adjinugroho, dan Manager Humas Ayu Windiyaningrum. Sedangkan dari redaksi disambut oleh Direktur Utama Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz, General Maneger Metro Pekalongan Riyadi, dan Koordinator Liputan Ida Noer Layla.

”PLTU Jawa Tengah 2×1.000 MW merupakan proyek infrastruktur kerja sama pertama antara pemerintah dan swasta di Indonesia. Selain itu juga merupakan bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang akan menjadi lokomotif untuk pertumbuhan koridor ekonomi di Jawa,” kata Presiden Direktur BPI, Takashi (Taka) Irie.

Direktur BPI, W. Adjinugroho mengatakan, tujuannya berkunjung untuk menjalin hubungan baik, sehingga rekan-rekan media bisa menyampaikan hal-hal benar, apalagi sekarang media sosial begitu cepat berkembang, sehingga mencegah plintiran-plintiran informasi. ”Bagaimanapun kami harus berhubungan dan kerja sama dengan baik untuk seluruh lapisan masyarakat termasuk media Jawa Pos Radar Semarang,” kata Adjinugroho.

Sedangkan terkait proyek yang digarapnya, Adjinugroho menyebutkan, bahwa proyek tersebut memang milik pemerintah, namun karena keterbatasan dana pemerintah sehingga mengundang beberapa perusahaan swasta. ”Ini merupakan proyek terbesar, PLTU Jateng 2×1.000 MW, sekarang akuisisi juga sudah 100 persenan. Nanti setelah 25 tahun akan diserahkan ke PLN, dalam artian dari BPI kita jual ke PLN,” ujarnya.

Atas proyek tersebut, yang paling menarik menurutnya adalah biasanya pihaknya dibayar dengan dolar, kali ini dibayar dengan rupiah. Namun demikian alat-alatnya semua didatangkan dari Jepang sehingga bisa lebih baik dan polusi lebih ramah lingkungan, akan tetapi khusus karyawan mayoritas dari Indonesia karena yang asli Jepang hanya 4 orang. Ia juga menyebutkan terkait teknologi yang digunakan menggunakan ultra super critical, yang merupakan teknologi baru dan cagih.

”Bagaimanapun semakin tinggi tekanan dan temperatur uap, maka semakin spesial dan semakin canggih, jadi kalau pembangkit yang lama masih menggunakan sub critical, di atasnya sub per critical, yang lebih tinggi dan lebih panas lagi adalah ultra super criticel,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Abdul Aziz menyampaikan, kalau ekonomi naik, otomatis daya beli juga berjalan. ”Kita harapkan BPI bisa tumbuh besar bersama masyarakat sekitar,” ujarnya. (jks/zal/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here