92 Pasangan Ikuti Itsbat Nikah

259
AKHIRNYA NIKAH : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, bersama Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan dokumen nikah pada peserta siah Itsbat Nikah di Kecamatan Paninggaran, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
AKHIRNYA NIKAH : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti, bersama Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyerahkan dokumen nikah pada peserta siah Itsbat Nikah di Kecamatan Paninggaran, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN  –  Sebanyak 92 pasangan dari 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Paninggaran, Lebakarang dan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Rabu (1/3) melakukan sidang Itsbat nikah atau pengesahan pernikahan, yang dilangsungkan di Kantor Kecamatan Paninggaran.

Sebagian peserta sidang Itsbat nikah telah menjalani kehidupan rumah tangga lebih dari 20 tahun, dan menjalani pernikahan hanya berdasarkan hukum agama. Sehingga mereka tidak bisa memiliki surat nikah, atau pernikahannya tercatat pada Kantor Pengadilan Agama.

Melihat banyaknya warga masyarakat pasangan suami istri di Kabupaten Pekalongan, yang belum didaftarkan pernikahannya di Pengadilan Agama. Pemda Kabupaten Pekalongan, dengan melalui Kegiatan APBD Tahun 2017 bekerjasama dengan Kementrian Agama dan Pengadilan Agama, melaksanakan penetapan terhadap 92 pasangan, yang sudah melaksanakan akad nikah secara agama, dan bisa mendapatkan dokumen kependudukan yang sah.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan, Ahmadi, mengungkapkan kegiatan Sidang Itsbat nikah, adalah untuk membantu masyarakat tidak mampu, untuk memperoleh pelayanan berupa surat nikah yang dibutuhkan, dengan gratis dan mudah.

Menurutnya pelaksanaan sidang Itsbat nikah, akan dilaksanakan di 3 kecamatan yakni Kecamatan Paninggaran, Kandangserang dan Lebakbarang. Sedangkan Kantor Kecamatan kandangserang pada tanggal 8 Maret 2017 mendatang, dan di Kecamatan Lebakbarang pada tanggal 15 Maret 2017.

“Hari ini untuk Kantor Kecamatan Paninggaran, sampai hari ini telah tercatat 92 pasangan yang akan diitsbatkan. Semoga di hari berikutnya bisa bertambah, karena di kecamatan Lebakbarang masih 2 minggu lagi untuk pengambilannya,” ungkap Ahmadi.

Ahmadi juga mengatakan jika pasangan suami istri tidak memiliki surat nikah, maka putra-putrinya tidak dapat dibuatkan dokumen akta kelahiran, dan pernikahan tersebut tidak tercatat pada Kantor Pengadilan Agama setempat. “Serta anak yang dilahirkan nanti, tidak bisa mendapatkan hak waris, karena anak tersebut tidak mempunyai akta kelahiran,” ungkap Ahmadi.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan tujuan diselenggarakannya pencatatan pernikahan ini, adalah untuk mendapatkan dokumen sah tentang pernikahan, dengan mendapatkan dokumen nikah sehingga anak-anak mereka, nantinya bisa mendapatkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebagaimana layaknya, yang anak-anak lain miliki secara resmi.

“Anak-anak yang lahir ketika orang tuanya, belum menikah secara resmi yang ditetapkan oleh Pengadilan Agama, maka anak-anak ini tidak bisa mendapatkan akte kelahiran,” tegas Bupati.

Bupati Asip juga menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekaongan, telah melakukan pelayanan terpadu untuk Itsbat Nikah, Pencatatan Perkawinan dan Pencatatan Kelahiran dengan sidang yang singkat, yakni dengan 1 hakim dan 2 panitera, lengkap dengan dokumen yang telah disiapkan mulai dari dokumen catatan sipil dan Kemenag.

Menurutnya dengan sidang yang singkat ini, diharapkan bisa selesai semua dokumen yang dibutuhkan masyarakat. “Ini butuh komitmen Pemda untuk menjadi pelayan masyarakat yang baik, tentunya berkaitan dengan bagaimana masyarakat ini mendapatkan dokumen kependudukan yang syah,” tandasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here