2,5 TPP PNS Dikelola untuk Zakat

251

SEMARANG – Pemprov Jateng menggandeng Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) untuk mengelola zakat dari PNS di lingkup pemerintah setempat. Penggerak zakat PNS Pemprov Jateng sekaligus Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati menjelaskan, setiap PNS di Jateng akan memberikan 2,5 dari nilai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

”Tapi hanya PNS golongan II, III, dan IV saja. Golongan I tidak wajib. Kalau yang nonmuslim ingin ikut, kami persilakan. Tapi nanti masuknya infak, bukan zakat,” ucapnya.

Dijelaskan, program zakat Pemprov Jateng ini baru mulai Juni 2016 silam. Dalam satu bulan, zakat dari PNS bisa mencapai Rp 1,6 miliar. Angka itu bukan hal mustahil. Sebab, setingkat eselon III yang TPP-nya mencapai Rp 10 juta per bulan, berarti bisa diambil Rp 250 ribu. ”Rp 1,6 miliar itu dari 14 ribu PNS di SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) lama. Tahun ini kan ada banyak PNS peralihan, tapi belum kami data,” imbuhnya.

Sistem zakat dari TPP ini, lanjutnya, tidak dipotong otomatis ketika pembagian TPP. Para PNS, bisa menitipkan zakat ke masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah itu, bisa disetorkan ke Ema. ”Kadang saya juga nagihi. Kan saya juga punya datanya,” imbuhnya.

Dituturkan Ema, dana zakat yang terkumpul, akan dibagi sesuai kesepakatan antara Pemprov Jateng dengan Baznas. Dari total zakat setiap bulan, setengahnya diserahkan ke Baznas dan setengahnya dikelola pemprov sendiri.

Saat ini hasil pengumpulan zakat dari PNS Pemprov baik yang ada di Baznas maupun dikelola pemprov sendiri, digunakan untuk kegiatan semacam Corporate Social Responsibility (CSR). Yaitu kegiatan-kegiatan sosial seperti bantuan kebencanaan, perbaikan rumah tak layak huni (RTLH), pendidikan dan pondok pesantren, masjid, bidang kesehatan, dan lain-lain. ”Rencananya, kami juga akan membangun sebuah rumah sakit Islam,” katanya.

Selain itu, adanya zakat dari TPP PNS Pemprov itu, juga dapat digunakan untuk bantuan sosial yang bersifat insidental. Sehingga tak perlu ada perencanaan melalui proses pembahasan di DPRD untuk dianggarkan dalam APBD.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku sistem zakat ini bisa menguntungkan masyarakat dan personel di lingkup pemprov setempat. Belum lama ini, zakat tersebut dialokasikan untuk membeli mobil ambulans yang dikelola Takmir Masjid Agung Surakarta. ”Mudah-mudahan bisa berguna. Saya suka ketika pihak takmir sudah punya rencana ke depan, yaitu soal perawatan ambulans,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here