Warga Bertahan di Tempat Pengungsian

226
BERTAHAN : Warga bergotong royong membersihan puing-puing rumah, kemarin. Meski begitu, ratusan warga korban banjir tersebut masih bertahan di rumah penduduk dan masjid. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERTAHAN : Warga bergotong royong membersihan puing-puing rumah, kemarin. Meski begitu, ratusan warga korban banjir tersebut masih bertahan di rumah penduduk dan masjid. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Ratusan warga korban banjir bandang Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo masih bertahan di tempat pengungsian. Kendati banjir sudah surut sejak Senin (27/2) lalu. Mereka beralasan, kondisi rumah pascabanjir masih dipenuh lumpur. Sedikitnya 350 warga tinggal di rumah warga yang kosong dan masjid Masjid Baitul Falah desa setempat.

Menurut Abdul Rokhim, Ketua RT 15 RW 04 hingga kemarin, bantuan yang mengalir kepada para korban terus berdatangan. Baik bantuan pakaian, makanan dan obat-obatan. Selain dari pemerintah, bantuan juga mengalir dari berbagai instansi baik kantor perusahaan, lembaga, yayasan maupun perseorangan.

Namun, katanya, sejak mengungsi Minggu (26/2) lalu, warga mulai banyak yang sakit. Seperti mengalami kulit gatal-gatal, perut mual, muntah-muntah, kepala pusing, demam dan masuk angin.

Hal senada dikatakan Setriyah, 36, warga lainnya. Ia menambahkan jika rumah tempat tinggalnya hancur setelah diterjang banjir lumpur. Bahkan, dirinya tak bisa menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.

“Kami bersama dua anak dan suami langsung menyelamatkan diri. Begitu melihat rumah hanyut terbawa banjir. Bahkan, semua pakaian tidak ada yang bisa terselamatkan termasuk seragam sekolah anak kami,” kata Setriah sambil meneteskan air mata.

Dia mengungkapkan, pascamusibah banjir bandang, kedua anaknya tidak bisa masuk sekolah. Ia pun tidak bisa memikirkan anaknya untuk bersekolah. Yang terpikir olehnya saat ini adalah mecari tempat tinggal. “Rumah saya hancur dan hanyut. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Tinggal baju ini yang masih menempel. Ada bantuan pakaian, itupun hanya sekedarnya. Kami sangat butuh tempat tinggal,” tuturnya

Dirinya berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan sarana kebutuhan hidup. “Syukur-syukur pemerintah bisa membangunkan tempat tinggal untuk kami. Melihat anak-anak kami yang masih kecil dan ingin sekolah,” keluhnya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Sigit Sulistyo mengatakan bahwa dari beberapa dinas terkait, baik Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta lainnya, sudah mulai mendistribusikan berbagai keperluan yang dibutuhkan para pengungsi sejak kemarin sore.

“Ada sekitar 350 personel baik, dari BPBD Jateng, BPBD Kendal, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinsos, serta puluhan relawan dari berbagai organisasi. Bahkan, relawan dari Temanggung dan Batang juga ikut membantu warga,” kata Sigit. (bud/ida)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here