Tawuran, Siswa Bawa Senjata Gir

455
DIBINA: Empat siswa SMK 10 Nopember yang diamankan dihukum push up di halaman Mapolsek Candisari. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Empat siswa SMK 10 Nopember yang diamankan dihukum push up di halaman Mapolsek Candisari. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG Tawuran pelajar pecah di kawasan Taman Cinde, Candisari, Semarang, kemarin (28/2). Bentrokan melibatkan puluhan siswa SMK 10 Nopember dengan belasan pelajar yang diduga dari SMK Muhamadiyah 2 Semarang. Dalam kejadian itu,  sebanyak 4 siswa SMK 10 Nopember Semarang diamankan aparat Polsek Candisari. Polisi juga mengamankan sabuk dengan gir sepeda yang dijadikan senjata tawuran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, tawuran terjadi di sekitar bundaran Taman Cinde, Candisari, Selasa (28/2) sekitar pukul 11.30.
Salah satu pelajar yang ditangkap, Rendi, mengaku, tidak mengetahui penyebab aksi tawuran tersebut.

Warga Batursari, Mranggen, Demak, ini saat kejadian sedang nongkrong bersama teman-temannya di sekitaran bundaran Taman Cinde. Tiba-tiba datang kelompok pelajar tak dikenal naik sepeda motor, dan langsung menyerangnya.

”Saya gak tahu. Ada 4 motor dari SMK Muhamadiyah 2, terus ngejar-ngejar saya. Tadinya rombongan saya ada 14 orang,” ujar siswa XI SMK 10 Nopember ini kepada koran ini.
Kejadian itu langsung dilaporkan warga ke Polsek Candisari. Petugas yang mendapat informasi langsung bergerak ke lapangan, dan berhasil mengamankan empat siswa SMK 10 Nopember. Selain itu, petugas juga mengamankan senjata tawuran berupa sabuk yang dipasangi gir sepeda. Mereka yang ditangkap mendapat hukuman pembinaan di halaman Mapolsek Candisari Jalan Dr Wahidin.

Salah satu siswa yang diamankan diketahui habis mengonsumsi minuman keras. Siswa kelas XI bernama Wahyudi itu mengaku menenggak miras yang dibeli teman-temannya. ”Iya minum ciu. Gak tahu yang beli siapa, tadi pas ke situ sudah ada,” akunya.
Kapolsek Candisari, Iptu Dhayita Daneswari, menjelaskan, siswa SMK 10 Nopember yang hendak melakukan aksi tawuran berjumlah 20 orang. Pihaknya masih memburu belasan pelajar lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut. ”Tadinya ada 20 orang. Kami akan mencari 16 anak lainnya,” jelasnya.

Pihaknya telah mendata dan meminta keterangan terhadap empat pelajar yang diamankan. Untuk penyebab tawuran, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Namun demikian, pihaknya telah menemukan alat bukti adanya janjian melakukan tawuran di SMS salah satu handphone korban.

Kepala SMK 10 Nopember, Agung Waluyo Jati, mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan guru di sekolahnya untuk memberikan sanksi kepada siswanya yang terlibat tawuran. ”Nanti kita akan rembugan dulu sama guru-guru. Yang jelas para siswa akan kita bina dulu,” ungkapnya saat mendatangi Mapolsek Candisari. (mha/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here