Road Race di Jateng Semakin Bergairah

2101
BUTUH REGENERASI: Kadarusman dan para pembalap Jateng saat PON 2016 lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH REGENERASI: Kadarusman dan para pembalap Jateng saat PON 2016 lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Olahraga balap motor atau road race semakin bergairah di Jateng. Sepanjang 2017 ini hampir setiap pekan ada event road race yang digeber di daerah-daerah di Jateng. Dalam bulan Maret ini saja, event road race regional akan digelar di Boyolali, Kebumen, dan beberapa daerag lain.

Ketua Pengprov IMI Jatengt AKBP (Purn) H Kadarusman mengatakan, semakin maraknya event road race di Jateng ini akan sangat positif terhadap prestasi olahraga balap motor di Jateng. Sebab dengan sendirinya akan muncul pembalap-pembalap muda yang bisa diandalkan untuk Jateng di masa mendatang. “Untuk PON 2020 di Papua, kita akan semakin mudah mencari atlet. Akan semakin banyak pilihan,” tandasnya, kemarin. Karena itu, saat ini IMI sedang mengamati pembalap dengan usia sangat muda, berkisar 14-16 tahun, sehingga pada 2020 mendatang usianya matang untuk diterjunkan ke ajang multievent tersebut. “Selama ini regenarasi kita seolah putus. Kita kesulitan mencari atlet muda untuk PON, tapi semoga PON 2020 kita banyak pilihan dengan maraknya event road race di Jateng sekarang ini,” lanjutnya.

Seperti diketahui, prestasi Jateng di PON terus menurun. Setelah juara umum di PON 2004, lalu hanya merebut 1 medali emas di PON 2008, pada PON 2012 hanya merebut medali perak. Terakhir di PON 2016, Jateng hanya kebagian medali perunggu.

Tak hanya proyeksi ke PON 2020, namun munculnya atlet muda road race, diharapkan mampu mengharumkan nama Jateng di event internasional. Saat ini ada dua pembalap Jateng yang sudah go internasional berama Honda dan bermukim di Jepang yakni Irfan Ardiansyah dan M Irvin.

Kadarusman menyebut, maraknya event road race di Jateng saat ini karena buah dari regulasi yang ditetapkan IMI Jateng. Yakni event organizer (EO) yang menggelar ajang drag race atau drag bike selama tiga kali, wajib menggelar event road race satu kali. Event drag memang selama ini yang paling menguntungkan bagi EO lantaran pesertanya selalu melimpah, sementara road race tak diminati EO. “Tapi sekarang EO senang menggelar road race karena pesertanya semakin banyak,” tandasnya. (smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here