33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Rangkul Kawula Muda, Ngaji Ngopi Hepi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Mengaji bukan lagi jadi hal yang membosankan atau kuno, jika dikemas dengan diskusi dan hiburan. Itulah yang dilakukan sekelompok anak-anak muda di Kendal yang membentuk kelompok Ngaji Ngopi Hepi.

Berbeda dengan pengajian pada umumnya atau lebih-lebih pengajian di pondok pesantren. Pencetus Ngaji Ngopi Hepi, Basyarohman mengatakan ide awal dari mengadakan kegiatan ini berangkat dari keprihatinan banyaknya anak-anak muda yang telah meninggalkan kegiatan ngaji.

“Awalnya dari obrolan di warung kopi dengan beberapa gus-gus (sebutan anak laki-laki seorang kiai, Red). Yang kami lihat dan rasakan para kawula muda ini justru lebih memilih nonkrong di warung kopi ketimbang ngaji di masjid-masjid atau majelis-majelis taklim,” katanya, kemarin.

Dari situlah, kemudian para gus atau bagus sepakat membentuk kelompok kajian ilmu keagamaan yang dikemas dengan santai dan hiburan. Tujuannya agar anak muda yang selama ini bergelut hobi nongkrong dan ngopi, bisa tertarik dan terlibat aktif di dalamnya.

“Jadi konsepnya ngaji disini bebas. Apa saja boleh dibahas. Tidak melulu mengacu pada satu kitab tertentu. Bahkan audience yang kebetulan datang bisa request tentang materi yang ingin mereka bahas atau pelajari,” kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah, Desa Mororejo, Kaliwungu tersebut.

Di Ngaji Ngopi Hepi ini, audience  bisa tampil memberikan hiburan atau semacamnya. Tujuannya mengajak anak-anak muda untuk tidak berhenti berkreativitas. “Apa saja boleh, mau menyanyi, baca puisi, pantomim, standup comedy. Karena kami ingin semua yang ngaji disini enjoy dan hepi,” tandas Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kendal itu.

Hal lain yang tidak ketinggalan adalah ngopi. Dimanapun kesempatan, kegiatan Ngaji Ngopi Hepi ini selalu tidak ketinggalan menyeruput kopi. Sebab tidak dipungkiri, hampir seluruh anak muda sekarang ini mulai mencintai budaya ngopi.

Meski baru pertama kali digelar, kegiatan ini mendapatkan apreasiasi luar biasa. Dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari guru, dosen, tukang bengkel, buruh pabrik, pengusaha dan sebagainya tumplek blek di forum tersebut.

Eko Romy Devianto, salah satu peserta ngaji dalam Ngaji Ngopi Hepi mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. Ia mengaku selama ini dirinya sangat kosong atau minim keilmuan agama. “Sejak kecil saya ingin belajar mengaji, tapi oleh orang tua selalu ditekankan untuk belajar ilmu eksak saja. Setelah itu, kerja sampai sekarang, ilmu agama sangat minim,” akunya.

Adanya forum Ngaji Ngopi Hepi ini, katanya, bisa menjadi jembatan dirinya untuk bisa belajar ilmu agama tanpa terpaut tempat dan waktu serta tidak harus terlebih dahulu membaca kitab. “Sebab tidak mungkin dengan kesibukan saya harus ngaji di pondok mulai dari nol,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

NU Dirikan Rumah Sakit

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Berawal dari keprihatinan warga Nahdliyin (sebutan warga Nahdlatul Ulama) tentang mahalnya biaya pengobatan, akhirnya muncul gagasan pendirian rumah sakit rawat inap...

Musthofa : Jaga Kehormatan Partai

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Musthofa mengaku siap mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen. Dia pun meyakinkan seluruh pengurus partai...

Giliran Melki Sepakat Gabung

SEMARANG – Perlahan pemain lama tim PSIS Semarang menyatakan niatnya untuk memperpanjang kontraknya bersama tim berjuluk Mahesa Jenar. Setelah M Yunus, Aldaier Makatindu, Ruud...

Tarif Tinggi agar Tak Jadi Tempat Penitipan

MANAGER Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Edy Koesyowo, mengatakan jika pengelolaan lahan parkir di wilayah Daop 4 Semarang diserahkan kepada...

Donor Darah Sehat Saat Ramadan

SEMARANG - Tidak perlu ragu untuk mendonorkan darah pada bulan puasa. Karena konon justru membuat sirkulasi darah lancar dan sehingga kita akan lebih sehat...

Kurikulum SMK akan Direview

SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng diminta me review kurikulum SMK. Sebab, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran paling tinggi berdasarkan...