Rangkul Kawula Muda, Ngaji Ngopi Hepi

247
GUYUB : Puluhan peserta Ngaji Ngopi Hepi saat berfoto dan makan bersama di halaman kampus SMP Manbaul Hikmah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GUYUB : Puluhan peserta Ngaji Ngopi Hepi saat berfoto dan makan bersama di halaman kampus SMP Manbaul Hikmah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Mengaji bukan lagi jadi hal yang membosankan atau kuno, jika dikemas dengan diskusi dan hiburan. Itulah yang dilakukan sekelompok anak-anak muda di Kendal yang membentuk kelompok Ngaji Ngopi Hepi.

Berbeda dengan pengajian pada umumnya atau lebih-lebih pengajian di pondok pesantren. Pencetus Ngaji Ngopi Hepi, Basyarohman mengatakan ide awal dari mengadakan kegiatan ini berangkat dari keprihatinan banyaknya anak-anak muda yang telah meninggalkan kegiatan ngaji.

“Awalnya dari obrolan di warung kopi dengan beberapa gus-gus (sebutan anak laki-laki seorang kiai, Red). Yang kami lihat dan rasakan para kawula muda ini justru lebih memilih nonkrong di warung kopi ketimbang ngaji di masjid-masjid atau majelis-majelis taklim,” katanya, kemarin.

Dari situlah, kemudian para gus atau bagus sepakat membentuk kelompok kajian ilmu keagamaan yang dikemas dengan santai dan hiburan. Tujuannya agar anak muda yang selama ini bergelut hobi nongkrong dan ngopi, bisa tertarik dan terlibat aktif di dalamnya.

“Jadi konsepnya ngaji disini bebas. Apa saja boleh dibahas. Tidak melulu mengacu pada satu kitab tertentu. Bahkan audience yang kebetulan datang bisa request tentang materi yang ingin mereka bahas atau pelajari,” kata pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah, Desa Mororejo, Kaliwungu tersebut.

Di Ngaji Ngopi Hepi ini, audience  bisa tampil memberikan hiburan atau semacamnya. Tujuannya mengajak anak-anak muda untuk tidak berhenti berkreativitas. “Apa saja boleh, mau menyanyi, baca puisi, pantomim, standup comedy. Karena kami ingin semua yang ngaji disini enjoy dan hepi,” tandas Ketua Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kendal itu.

Hal lain yang tidak ketinggalan adalah ngopi. Dimanapun kesempatan, kegiatan Ngaji Ngopi Hepi ini selalu tidak ketinggalan menyeruput kopi. Sebab tidak dipungkiri, hampir seluruh anak muda sekarang ini mulai mencintai budaya ngopi.

Meski baru pertama kali digelar, kegiatan ini mendapatkan apreasiasi luar biasa. Dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari guru, dosen, tukang bengkel, buruh pabrik, pengusaha dan sebagainya tumplek blek di forum tersebut.

Eko Romy Devianto, salah satu peserta ngaji dalam Ngaji Ngopi Hepi mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. Ia mengaku selama ini dirinya sangat kosong atau minim keilmuan agama. “Sejak kecil saya ingin belajar mengaji, tapi oleh orang tua selalu ditekankan untuk belajar ilmu eksak saja. Setelah itu, kerja sampai sekarang, ilmu agama sangat minim,” akunya.

Adanya forum Ngaji Ngopi Hepi ini, katanya, bisa menjadi jembatan dirinya untuk bisa belajar ilmu agama tanpa terpaut tempat dan waktu serta tidak harus terlebih dahulu membaca kitab. “Sebab tidak mungkin dengan kesibukan saya harus ngaji di pondok mulai dari nol,” tambahnya. (bud/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here