Prihatin Anak Muda Tak Hafal Indonesia Raya

213
SOSIALISASI : Anggota MPR RI/DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi menyampaikan empat pilar kebangsaan lewat outbond di Pesona Wisata Alam Watu Layah Tlogopucang Kandangan Temanggung, Minggu (26/2) lalu. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SOSIALISASI : Anggota MPR RI/DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi menyampaikan empat pilar kebangsaan lewat outbond di Pesona Wisata Alam Watu Layah Tlogopucang Kandangan Temanggung, Minggu (26/2) lalu. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG – Banyak cara dilakukan untuk menyampaikan materi empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika). Anggota MPR RI/DPD RI perwakilan Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi memilih menyampaikan materi empat pilar kebangsaan melalui outbond dan game (permainan).

“Materi empat pilar bangsa disampaikan lewat outbond jauh lebih mengena, bila dibandingkan di kelas atau ruangan. Kita ajak bermain, mereka tampak happy fun, riang. Di situlah materi kita sisipkan,” ucap Denty di sela outbond dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada para pemuda, remaja dan pelajar Temanggung di arena outbond pesona wisata Watu Layah Tlogopucang Kecamatan Kandangan Temaggung, Minggu (26/2) lalu.

Senator asal Temanggung peraih suara tertinggi Pileg 2014 menuturkan, dengan ajang ini para siswa sekaligus diajak untuk peduli lingkungan, menjaga dan melestarikan alam. “Saya minta mereka ikut handarbeni (memiliki) potensi alam yang kita punya. Jangan sampai karena cuek, sumber daya alam dan potensi lokal yang luar biasa ini, hanya tinggal kenangan atau cerita,” ungkapnya.

Di era digital dewasa ini, nasionalisme di kalangan pemuda kian kendur. Bahkan ada sebagian anak muda tak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya. Melihat dinamika tersebut, Denty mengaku prihatin. “Empat pilar kebangsaan mari terus kita gelorakan di manapun, kapanpun dan kepada siapapun, baik kepada orang tua, lebih-lebih bagi generasi muda,” tegasnya.

Agung Wicaksono,13, siswa SMP Muhammadiyah 1 Temanggung, salah satu peserta outbond terkesan dari kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman dan wawasan baru yang jarang dijumpai di bangku sekolah. “Saya berharap acara-acara seperti bisa terus dilaksanakan di masa mendatang. Kita bisa mendapat pencerahan, menguji mental, melatih kebersamaan, kekompakan dan leadhership (kepemimpinan),” ucap siswa yang juga anak asuh di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Putra Temanggung itu.

Sementara itu, Rofi’i, 24, aktivis karang taruna Dusun Tlogopucang Tengah Desa Tlogopucang menilai, penyampaian materi empat pilar lewat outbond sangatlah efektif, siswa tak merasa jenuh. (san/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here