31 C
Semarang
Kamis, 3 Desember 2020

Pengisian Pangkalan Data Siswa Banyak Ditanyakan

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

SLEMAN – Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam tahapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) paling banyak ditanyakan. Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih menyampaikan, prosedur pengisian PDSS menjadi hal yang paling banyak ditanyakan oleh pihak sekolah.

“Banyak ditanyakan soal pengisian PDSS, misalnya kurikulumnya harus seperti apa? Kalau sekarang sudah lebih jelas, sistem sudah bisa mengakomodasi kalau ada perubahan kurikulum.”

Dibandingkan tahun lalu, perbedaan dalam sistem seleksi saat ini terletak pada pengisian PDSS. Yakni, sekolah yang belum mengisi salah satu lembar PDSS dengan lengkap, maka tidak dapat melanjutkan ke halaman selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya kesalahan. Sebab, siswa tidak dapat melakukan verifikasi, jika data sekolah di PDSS belum tervalidasi.

Terkait pengisian PDSS, Peni berharap setiap sekolah— termasuk sekolah yang belum memiliki akreditasi A, B, atau C— untuk melakukan pengisian data. Tujuannya, agar siswa memiliki kesempatan untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri (PTN). “Ini haknya siswa, jadi sekolah juga harus memfasilitasi. Meski peluangnya hanya untuk 5 persen, itu bisa saja diterima,” kata Peni. Proses pelaksanaan SNMPTN, biaya pelaksanaan akan ditanggung oleh pemerintah. Artinya, peserta tidak dipungut biaya seleksi.

Peserta SNMPTN dari keluarga kurang mampu, dan dinyatakan diterima, berpeluang mendapatkan bantuan biaya pendidikan selama masa studi melalui Program Beasiswa Bidikmisi.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Informasi UNY Drs. Sukirjo, M.Pd, hal ini seharusnya memberikan harapan bagi calon mahasiswa yang tidak mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus mengeluarkan biaya kuliah. Ia menyayangkan masih adanya sekolah yang enggan melakukan pengisian data, karena takut siswanya tidak mampu lolos seleksi. (jpg/isk)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...