Ngganja, Dua Warga Malaysia Dibekuk

5 Pengedar Tembakau Gorilla Juga Ditangkap

511

JOGJA—Dua warga negara asing (WNA) yang diduga mengonsumsi ganja dibekuk petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Yogyakarta. Salah satu tersangka adalah mahasiswa. Sedangkan seorang lagi, temannya yang datang ke Yogyakarta seminggu sebelum penangkapan.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang diterima Polresta adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan ganja di Jalan Perumnas, Depok, Sleman.

Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi, mengatakan, setelah pihaknya meyakini informasi tersebut, petugas menggerebek kos yang dihuni SF, 24; dan AD, 25. Keduanya berkebangsaan Malaysia. Hasilnya mengejutkan. Polisi menemukan ganja seberat 5,6 gram. “Dan kedua tersangka positif mengonsumsi ganja saat kami lakukan tes urine,” kata Sugeng, kemarin.

SF merupakan mahasiswa di Yogyakarta. Ia pesta ganja dengan temannya, AD, yang datang ke Yogyakarta dengan visa wisata. “Ganja yang mereka pakai, dibawa oleh tersangka AD dari negaranya.”

Hasil pemeriksaan, SF yang tinggal di Yogyakarta empat tahun belakangan ini, juga pernah masuk penjara karena kasus yang sama. Yakni, mengonsumsi ganja. “Proses hukum tetap lanjut. Status keduanya sebagai pengguna dan kami lakukan penahanan.”

Terpisah, jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Gunungkidul juga berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika jenis baru; tembakau gorila di wilayah Gunungkidul. Tiga orang berhasil dibekuk, beserta barang bukti puluhan linting tembakau gorila.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Gunungkidul, Kompol Alal Prasetyo, menjelaskan, tiga pelaku berhasil diringkus. “Kami menemukan adanya praktik jual beli tembakau gorlla oleh tersangka TRD, 25, warga Karangmojo, Gunungkidul,” ujar Alal, kemarin.

Hasil pengembangan kasus, satu tersangka lain juga dibekuk. Yakni, AES, 23, warga Selang, Wonosari, Gunungkidul. Berdasarkan keterangan  TRD dan AES, didapati satu nama lagi, TM, 23, warga Serengan, Surakarta. Ia merupakan pengedar. “Mereka (TRD dan AES) mendapat tembakau gorilla dari TM.”

Dari TRD,  polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus rokok berisi lima batang tembakau gorila, satu plastik klip berisi delapan batang lintingan tembakau gorilla, dan uang tunai  Rp 482 ribu. Sedangkan dari  TM, petugas menyita  satu bungkus rokok berisi tembakau gorilla, seberat 4,443 gram.

Tiga tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Juga Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Golongan Narkotika. “Tersangka terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.” (jpg/isk)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here