Bisnis Jasa Laundry Sepatu

262
Nurlela (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Nurlela (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DI usia 23 tahun, Nurlela sudah lima kali berpindah kerja. Saat ini, Lela –panggilan akrabnya—memilih menggeluti wirausaha. Ia menjalankan bisnis pencucian alias laundry sepatu.

Selain itu, mahasiswi Universitas Semarang (USM) semester VII ini juga menekuni bisnis advertising kecil-kecilan di rumahnya, yakni membuat undangan pernikahan, mug, ID Card dan lainnya.

”Sekarang saya sedang seneng-senengnya wirausaha. Memang sih banyak kendalanya, terutama soal mental. Wirausaha itu butuh mental kuat, kalau nggak kuat, susah banget,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Putri bungsu pasangan Mufid dan Mariana ini melihat peluang besar dalam bisnis jasa pencucian sepatu. Karena itu, ia berani mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya sebagai marketing di perusahaan elektronik.

Lela sendiri mengusung brand ”SOC.CLEAN” untuk bisnis laundry sepatu yang digeluti. Ia membuka laundry di bilangan Jalan Majapahit No 364 A, Palebon.

Sebelum wirausaha, gadis kelahiran 15 Juli 1994 ini mengaku pernah keliling Indonesia saat bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak mengelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina. Saat itu, ia  mendapat job penyuluhan penyakit HIV/AIDS kepada remaja di Indonesia Timur, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, dan Papua.

”Bisa dibilang dulu itu kerja sambil piknik. Selain penyuluhan kepada adik-adik di sana, juga bisa sekaligus berlibur,” kenangnya. (mg30/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here