18 Ribu Lubang Jalan Ditambal

156

SEMARANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jateng telah menyelesaikan misi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambal 18 ribu lubang jalan nasional di Jateng. Penambalan jalan tersebut tergolong cepat. Hanya dalam kurun waktu 2 pekan, semua lubang jalan sudah ditutup.

”Pemerintah pusat menargetkan penambalan jalan harus sudah selesai akhir Februari. Dan hari ini (kemarin) kami pastikan sudah selesai. Tidak hanya 18 ribu lubang, tapi lebih,” ucap Kepala BBPJN VII Jateng, Achmad Hery Marzuki, ketika dihubungi, Selasa (28/2).

Dijelaskan, penambalan jalan sengaja dikebut tanpa libur. Dalam sehari, jam kerja pekerja bisa sampai 12-18 jam. Dari pantauannya, kebanyakan jalan berlubang ada di ruas Pantai Utara (Pantura) dan Jalur Selatan. Sementara yang paling sedikit, di ruas Semarang, Bawen, Solo, dan Magelang.

Meski misi menambal 18 ribu lubang jalan sudah selesai, tapi pihaknya tidak lantas tinggal diam. Tim Sapu Bersih (Saber) Jalan Berlubang tetap beroperasi setiap hari hingga Desember mendatang. Jika menemukan ada jalan yang berlubang, akan langsung ditambal. ”Termasuk ketika ada laporan dari masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, selama masih musim hujan, kemungkinan timbulnya jalan berlubang cukup besar. Sebab, aspal yang tergenang air akan lebih mudah tergerus ketika dilewati kendaraan dengan beban berat.

”Rusaknya jalan nasional tidak hanya terjadi di Jateng saja. Semua daerah juga pada rusak kalau musim hujan. Kami optimistis, kalau sudah masuk musim panas, risiko terjadi jalan berlubang makin mengecil,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi kegigihan Kementerian PUPR dan BBPJN VII Jateng yang telah memenuhi komitmen memperbaiki jalan nasional. Dia juga mengacungi jempol karena pihak BBPJN VII terus melaporkan perkembangan penambalan jalan nasional yang berlubang kepadanya. Bahkan sampai tengah malam, informasi tersebut terus di-upload.

”Saya sampaikan terima kasih kepada BBPJN VII. Kerjanya siang malam. Mereka tiap hari, tiap tempat melaporkan foto-foto (perkembangan penambalan jalan) ke saya. Itu cara kita merespons cepat keluhan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan jalan nasional yang mungkin muncul lubang baru. Menurutnya, mayoritas jalan nasional berlubang berada di Pantura bagian barat, seperti Tegal-Brebes.

”Tapi saya lihat kemarin di lokasi dan laporan dari teman-teman sudah signifikan sekali (perkembangannya). Bahkan tidak hanya menutup lubang. Ada pula yang dibeton kalau memang parah, seperti jalan di daerah Wangon,” terangnya. (amh/ric/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here