33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

18 Ribu Lubang Jalan Ditambal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Jateng telah menyelesaikan misi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambal 18 ribu lubang jalan nasional di Jateng. Penambalan jalan tersebut tergolong cepat. Hanya dalam kurun waktu 2 pekan, semua lubang jalan sudah ditutup.

”Pemerintah pusat menargetkan penambalan jalan harus sudah selesai akhir Februari. Dan hari ini (kemarin) kami pastikan sudah selesai. Tidak hanya 18 ribu lubang, tapi lebih,” ucap Kepala BBPJN VII Jateng, Achmad Hery Marzuki, ketika dihubungi, Selasa (28/2).

Dijelaskan, penambalan jalan sengaja dikebut tanpa libur. Dalam sehari, jam kerja pekerja bisa sampai 12-18 jam. Dari pantauannya, kebanyakan jalan berlubang ada di ruas Pantai Utara (Pantura) dan Jalur Selatan. Sementara yang paling sedikit, di ruas Semarang, Bawen, Solo, dan Magelang.

Meski misi menambal 18 ribu lubang jalan sudah selesai, tapi pihaknya tidak lantas tinggal diam. Tim Sapu Bersih (Saber) Jalan Berlubang tetap beroperasi setiap hari hingga Desember mendatang. Jika menemukan ada jalan yang berlubang, akan langsung ditambal. ”Termasuk ketika ada laporan dari masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, selama masih musim hujan, kemungkinan timbulnya jalan berlubang cukup besar. Sebab, aspal yang tergenang air akan lebih mudah tergerus ketika dilewati kendaraan dengan beban berat.

”Rusaknya jalan nasional tidak hanya terjadi di Jateng saja. Semua daerah juga pada rusak kalau musim hujan. Kami optimistis, kalau sudah masuk musim panas, risiko terjadi jalan berlubang makin mengecil,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengapresiasi kegigihan Kementerian PUPR dan BBPJN VII Jateng yang telah memenuhi komitmen memperbaiki jalan nasional. Dia juga mengacungi jempol karena pihak BBPJN VII terus melaporkan perkembangan penambalan jalan nasional yang berlubang kepadanya. Bahkan sampai tengah malam, informasi tersebut terus di-upload.

”Saya sampaikan terima kasih kepada BBPJN VII. Kerjanya siang malam. Mereka tiap hari, tiap tempat melaporkan foto-foto (perkembangan penambalan jalan) ke saya. Itu cara kita merespons cepat keluhan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan jalan nasional yang mungkin muncul lubang baru. Menurutnya, mayoritas jalan nasional berlubang berada di Pantura bagian barat, seperti Tegal-Brebes.

”Tapi saya lihat kemarin di lokasi dan laporan dari teman-teman sudah signifikan sekali (perkembangannya). Bahkan tidak hanya menutup lubang. Ada pula yang dibeton kalau memang parah, seperti jalan di daerah Wangon,” terangnya. (amh/ric/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemilik KIA Baru 26 Persen

MAGELANG – Hingga kini, tercatat baru 26 persen dari sekitar 30 ribu anak di Kota Magelang yang sudah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Dinas...

Pesonna Luncurkan Aplikasi Booking Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kemudahan untuk mendapatkan penginapan atau hotel melalui kemajuan teknologi coba dimanfaatkan oleh Pesonna Hotels Coporate Company. Anak perusahaan dari Pegadaian ini...

Kontribusi Bruno Disorot

RADARSEMARANG.COM - BOMBER PSIS asal Brasil, Bruno Silva saat ini jadi sorotan. Bukan karena performanya yang gemilang, justru sebaliknya pemain yang kemarin (14/4) berulangtahun...

Lebih Dekat dengan ERCI Chapter Semarang

Komunitas otomotif tak melulu berkutat seputar kendaraan. Ada berbagai kegiatan lain yang kerap digelar guna menjalin kekerabatan masing-masing anggota. Salah satunya, ERCI (Ertiga Club...

Produksi Batik Tak Boleh Individualis

KAJEN–Batik dan tenun telah hidup di Kabupaten Pekalongan dari generasi ke generasi dan menjadikan orang bebas mengembangkan kreasinya serta bebas bertarung di seluruh pasar...

Sulitnya Estafet Gelang Karet

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Lomba Agustusan di Perum Nusa Indah 2, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam berlangsung meriah. Selain diramaikan dengan jalan sehat bersama, juga disemarakkan dengan berbagai...