33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Dua Balita Kembar Tewas Terpanggang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Dua balita kembar bernama Attaya Sauqi (laki-laki), dan Allaya Meinanda (perempuan) berusia 3 tahun, tewas terpanggang di kamar rumahnya Dusun Gendang RT 02 RW 03, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Peristiwa memilukan tersebut terjadi Senin (27/2) sekitar pukul 12.00 kemarin.

Penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun beberapa saksi mengatakan jika kebakaran berawal dari dalam kamar rumah tersebut. ”Saat kebakaran, dua anak kembar itu berada di dalam kamar, dan pintu kamar terkunci dari dalam,” ujar Aryanto, 27, tetangga korban, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Warga yang mencoba memadamkan kobaran api, tidak mengetahui jika di dalam kamar tersebut ada dua balita yang terjebak kebakaran. ”Saat api mulai membesar, kedua korban terkunci di dalam kamar hingga warga yang berusaha memadamkan api tidak mengetahui ada dua balita di dalam kamar,” katanya.

Kejadian bermula saat dua balita kembar tersebut sedang bermain di teras rumah. Kemudian Yahmi, 59, nenek korban, meminta mereka masuk ke kamar untuk tidur siang. Dua korban langsung ke kamar. Diduga pintu langsung dikunci dari dalam.

Selang 30 menit, tiba-tiba muncul api dari dalam tersebut. Sontak, hal tersebut membuat penghuni rumah menjadi panik. ”Saya dengar suara minta tolong dari tetangganya. Saat itu, saya melihat kobaran api muncul dari rumah korban bagian belakang,” katanya.

Menurutnya, peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa dua anak Dwi Hariyanto tersebut sangatlah cepat. ”Ketika sejumlah warga mendobrak pintu kamar, ternyata dua bocah tersebut sudah terbakar, dan tewas dengan posisi tubuh telungkup,” ujarnya.

Yahmi tak kuasa menahan tangis melihat dua cucu kesayangannya tewas terpanggang di dalam kamar. ”Mereka (korban) sebelumnya memanjat pohon, lalu saya ajak pulang untuk tidur. Saya lalu mengepel dan keduanya menunggui. Tidak tahu kalau setelah itu mereka masuk kamar,” katanya.

Selesai membersihkan lantai, Yahmi lantas duduk tidak jauh dari kamar korban. ”Kurang lebih 15 menit listrik padam. Tidak tahu kemudian ada asap dan api di kamar mereka,” katanya.

Api mulai membesar dan ia pun berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan itu, sejumlah warga langsung datang membawa ember berisi air dan mencoba memadamkan api. Selang 20 menit, api bisa dipadamkan.

Tak berselang lama, jajaran petugas Polres Semarang tiba di lokasi kejadian, dan segera melakukan pengamanan. Kedua korban langsung dievakuasi dari kamar, dan dilarikan ke RSUD Salatiga. Namun sayang nyawa kedua korban tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Hartono, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Beberapa saksi mata sudah dimintai keterangan. ”Penyebab pastinya kebakaran masih kita selidiki. Para saksi sudah kita kumpulkan untuk dimintai keterangan,” katanya.

Pihak kepolisian langsung memasang police line di area kamar korban. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...