31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Pemprov Akan Revitalisasi Pabrik Gula

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo mengakui jika Jateng masih perlu mengimpor gula. Karena itu, pihaknya berencana merevitalisasi seluruh pabrik gula sebagai upaya mendukung swasembada gula.

Dikatakannya, jika produksi gula sudah mampu memenuhi kebutuhan di Jateng, dia akan menghentikan impor agar produksi lokal bisa terserap. Hanya saja, untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut, pabrik gula di seluruh Jateng perlu diaktifkan kembali. ”Nanti akan ada desain ulang pabrik tebu yang ada di Jateng karena selain kondisi bangunan pabrik yang jadul, mesinnya juga jelek dimakan usia,” katanya.

Desain ulang ini juga menjadi kunci peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Sebab, mesin penggiling model jadul, tidak bisa bekerja secara optimal. ”Selain kualitas tanaman, kondisi pabrik maupun mesin juga mempengaruhi posisi rendemen atau kadar kandungan gula dalam batang tebu,” imbuhnya.

Ketua Komisi B DPRD Jateng Chamim Irfani mendukung rencana Ganjar merevitalisasi pabrik gula. Menurutnya, revitalisasi pabrik gula perlu untuk membantu efektivitas pengolahan tebu guna meningkatkan jumlah produksi gula, sekaligus efisiensi biaya. ”Kalau revitalisasi ini terealisasi, bukan tidak mungkin Jateng bisa swasembada gula dan menutup impor gula,” ucapnya.

Meski begitu, dia juga meminta Pemprov Jateng juga memperhatikan lahan tebu. Sebab dari hitungannya, butuh sekitar 70 ribu hektare lahan tebu untuk memenuhi kebutuhan gula. Keterbatasan lahan tebu saat ini diperparah dengan varietas tanaman tebu yang tidak sebagus yang ditanam di Jatim. ”Ini menjadi tamparan bagi kita semua karena di satu sisi kita tidak sepakat impor. Tapi di sisi lain tingkat produksi pabrik gula tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” ujar politikus PKB ini. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here