Pedagang Eks Pasar Tarumanegara Direlokasi

  • Bagikan

MAGELANG – Sebanyak 265 pedagang eks Pasar Tarumanegara, Kota Magelang mulai menempati blok L, lantai 2 Pasar Rejowinganun sisi timur, kemarin. Tak ada gejolak mewarnai relokasi. Justru menjadi kesempatan emas para pedagang berjualan dengan tempat lebih layak.

Rosita, 36, pedagang sayur eks Pasar Tarumanegara mengaku lebih nyaman berada di tempat yang baru. Utamanya dari sisi penjualan, mengaku lebih laris. Jauh hari sebelum pindah, ia telah memberitahu kepada pelanggan.

“Saya jualan di Tarumanegara sudah tiga tahunan. Sementara di sini, tempatnya bersih, terang dan bagus. Terimakasih kepada Pak Wali sudah diberi tempat yang layak untuk jualan,” kata warga Malangan, RT 4 RW 14, Kecamatan Magelang Tengah sembari menahan tangis haru, kemarin.

Ita -sapaan Rosita- mengatakan tak menaikkan harga sayuran. Atau pun menurunkan harga untuk promosi. “Harga tetap normal. Wortel Rp 8 ribu, brokoli Rp 18 ribu, jagung manis Rp 6 ribu, dan buncis Rp 7 ribu per kilogramnya,” tambahnya.

Usai penataan, Sekda Kota Magelang, Sugiharto meninjau lokasi. Ia menyempatkan berbincang dengan pedagang. Ia mengimbau, agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan pasar. “Supaya yang belanja nyaman dan semakin ramai. Penataan ini juga untuk mengembalikan kejayaan Pasar Rejowinangun,” imbuhnya.

Diketahui, para pedagangn eks Pasar Tarumanegara telah menempati bangunan baru senilai Rp 4,47 miliar. Sumber pembangunan dari bantuan provinsi (banprov). Proyek pengembangan Pasar Rejowinangun itu dikerjakan olah PT Trisakti Cipta Nusantara pada 14 Juli 2016. Dengan luasan area sekitar 1.033 meter persegi.

Nantinya, lokasi eks-Pasar Tarumanegara akan dikembalikan fungsinya ke PSDA Surakarta. Serta menjadi akses Jalan Kalingga tembus ke Jalan Mataram.

Sementara itu, lokasi pasar yang telah ditinggalkan pedagang tampak lengang. Hanya ada sejumlah pedagang yang masih sibuk membereskan sisa lapak yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Kota, serta Satpol PP Kota Magelang membantu pembongkaran.

Endang Retno Sekarningsih pemilik kios Bali Jaya, Pasar Tarumanegara mengaku sepi pembeli. Jika ada, hanya bisa dihitung jari. “Biasanya, sambil belanja sayur, lalu mampir ke kios. Setelah nggak ada pedagang yang di tengah, jarang juga yang ke sini,” aku Endang, kemarin.

Perempuan 65 tahun ini berharap, kondisi sebelumnya bisa kembali lagi. Ia juga meminta, agar Pemkot Magelang juga memikirkan nasib kios-kios yang ada di Tarumanegara.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, penataan pedagang eks Pasar Tarumanegara hanya difokuskan pada bagian tengah. Dari sisi visual, lokasi tersebut sudah tidak layak untuk berjualan. “Yang kios, pasti tetap laris. Karena mereka sudah punya pelanggan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, penataan pedagang ini untuk memberikan tempat jualan yang layak bagi para pedagang. Sekaligus menata pedagang yang berjualan lesehan. Selain itu, mengonsentrasikan keramaian pasar pada satu titik, di Pasar Rejowinangun. Diketahui, jarak Pasar Tarumanegara dengan Pasar Rejowinangun hanya berjarak sekitar 200 meter.

“Kalau pedagangnya kumpul jadi satu, Pasar Rejowinangun akan ramai lagi,” tambahnya. Ke depan, para pedagang juga akan dikenakan retribusi. Sebesar Rp 300 per hari. (put/lis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *