30 Parking Meter Segera Dipasang

  • Bagikan

SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang segera menerapkan parking meter di 30 titik jalan protokol. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk meminimalisasi tingkat kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir yang selama ini dikuasai kelompok tertentu.

Untuk menuju terwujudnya penerapan parkir digital tersebut, Dishub bekerja sama dengan  Satlantas Polrestabes Semarang, Sabhara Polsek Semarang Tengah, dan Detasemen Polisi Militer IV/5 (Denpom) Semarang, melakukan razia penertiban parkir di sejumlah titik jalan protokol di Kota Semarang, Senin (27/2) siang.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tim gabungan tersebut langsung menyisir di sepanjang Jalan Pandanaran Semarang. Sejumlah pengendara motor yang mengunjungi pusat oleh-oleh di kawasan tersebut mendadak kepanikan mendapati rombongan petugas datang.

Praktis, mereka yang baru saja memarkirkan motor di pedestrian sepanjang kawasan pusat oleh-oleh tersebut kalang kabut untuk berusaha kabur. Ban motor milik pengunjung yang sudah telanjur parkir di pedestrian langsung digembosi. Pemilik motor maupun mobil yang dipergoki di lokasi larangan parkir langsung diberikan surat sanksi tilang. Sedangkan roda mobil yang terparkir di areal larangan dan tidak diketahui siapa pemiliknya, langsung digembok dan tempeli stiker peringatan di kaca pintu mobil.
”Peringatan! Anda telah melanggar rambu larangan parkir sesuai UU LLAJ No 22 tahun 2009 Pasal 106 ayat 4 huruf e dan Perda Kota Semarang No 1 tahun 2004 Pasal 6 ayat 1. Nomor kendaraan Anda sudah kami catat.” Demikian kalimat dalam stiker tersebut.
Para pengunjung di pusat oleh-oleh tersebut tidak bisa berbuat banyak karena memang mengakui melanggar aturan parkir. ”Saya memang melanggar parkir. Tapi seharusnya Pemerintah Kota Semarang menyediakan dan membangun kantong parkir di sekitar areal sepanjang jalan pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran ini,” kata pengunjung yang tak mau disebut namanya.
Protes cukup sengit kepada aparat petugas juga dilakukan oleh seorang karyawan di toko oleh-oleh Lunpia Kp Baris Semarang, Jalan Pandanaran, Lina.
”Maaf pak, harusnya dibangun kantong di daerah sini (pusat oleh-oleh, Red). Memang, pedestrian tidak boleh untuk parkir. Tapi pemerintah seharusnya memberikan solusi atas kebijakan seperti ini,” kata Lina.

”Soalnya, sejak diterapkan aturan seperti ini pembeli surut, tidak ada pembeli yang berhenti karena takut disemprit, ditilang, digembosin dan seterusnya. Omzetnya menurun drastis,” imbuhnya.
Menurutnya, kantong parkir di Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Batan Miroto dan Museum Mandala Bhakti, tidak kondusif jika diperuntukkan bagi pengunjung pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran. ”Sebab, para pembeli yang parkir di pedestrian depan toko oleh-oleh tersebut, rata-rata hanya sebentar. Sehingga pembeli tidak mau parkir di tempat jauh. Masak mau beli di sini selama 5 menit harus parkir di Museum Mandala Bhakti. Di Jalan Batan pun kejauhan,” katanya.
Meskipun Pemerintah Kota Semarang menyediakan fasilitas shuttle bus gratis di masing-masing kantong parkir itu. Namun para pembeli oleh-oleh rupanya tak mau memanfaatkan shuttle bus gratis tersebut. ”Seharusnya, solusi tepatnya pemerintah membuatkan kantong parkir di dekat pusat oleh-oleh,” cetus Lina.

Kepala Seksi Penataan dan Perizinan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan pihaknya akan terus melakukan penertiban parkir di Kota Semarang bekerja sama dengan Polrestabes Semarang dan Denpom. ”Nanti paralel akan kami lakukan penataan parkir di jalan-jalan yang sudah diterapkan satu arah. Kami akan setting ulang disesuaikan dengan perkembangan lalu lintas. Apakah di bagian kanan, kiri, ataukah sejajar, serong, nanti kami survei lagi kepadatan volume lalu lintas,” katanya.

Penertiban ini sejalan program penerapan parking meter yang akan segera diterapkan di Kota Semarang. ”Tahun ini diterapkan parkir meter. Kami sudah siap. KAK (Kerangka Acuan Kerja)-nya sudah kami siapkan. Tinggal menunggu lelang, kemudian pemasangan mesin parking meter. Rencana ada 30-an mesin akan dipasang secara bertahap. Tahap pertama sekitar 7 ruas jalan akan dipasang mesin parking meter,” katanya. (amu/zal/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *