31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Jalan Beton Sepanjang 12 Meter Ambrol

KENDAL – Jalan Raya Kaliwungu-Boja, Kendal yang sudah dibeton ambrol sepanjang 12 meter. Jalur alternatif Kendal-Semarang dan Kendal-Ungaran itu tinggal menyisakan separo badan jalan. Selain karena struktur tanah yang labil, konstruksi jalan beton tersebut juga kurang kokoh. Terlihat besi beton di dalamnya berukuran kecil dan jarang. Diperparah lagi kondisi jalan yang kerap dilewati truk dump bermuatan tambang galian C. Padahal kendaraan berat seperti truk, dump truk maupun bus sudah diberikan tanda dilarang melintas. Namun peringatan tersebut tetap dilanggar.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, hampir setiap lima menit sekali dipastikan ada truk dump pengangkut galian C yang melintas.

Alfaro, 25, warga setempat, mengaku longsor terjadi sekitar pukul 9.30, pagi (27/2) kemarin. Ambrolnya jalan tersebut, menurutnya, lantaran jalan kerap dilewati truk dump. ”Saat kejadian, ada truk dump melintas mengangkut galian C dari atas (Darupono), melaju arah bawah (Kaliwungu),” katanya.

Karena beban muatannya yang terlalu berat, dan posisi truk terlalu menepi menyebabkan jalan tiba-tiba ambrol. Beruntung, truk dump tersebut tak sampai terperosok jatuh. Hal itu sempat membuat warga yang mengatur lalu lintas ketakutan dan berlarian.

”Terdengar suara gemuruh dan berurutan jalan ambrol dari sisi atas ke bawah. Semua orang berlarian. Beruntung tidak ada korban jiwa, para pengguna jalan langsung kami hentikan untuk menepi,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Eko Hariyanto. Ia mengaku, tidak mengetahui pasti penyebab longsor. Sebab, saat sampai di lokasi, kondisi jalan sudah ambrol.  Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan dan kemacetan, arus lalu lintas dilakukan secara bergiliran atau sistem buka tutup.

Dikatakan, jalan ambrol sepanjang 12 meter dengan lebar separo badan jalan atau sekitar 4 meter. Kondisi jalan kini tersisa separo badan jalan. ”Harusnya kendaraan berat, seperti truk maupun truk dump dan bus dilarang melintas. Jika tidak, longsor akan semakin parah, dan dikhwatirkan bisa mengakibatkan jalan putus total,” katanya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengaku, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada kendaraan besar agar tidak melintas dengan memasang spanduk yang dipasang di atas Jembatan Gladak.

Selain itu, perbaikan sementara sebenarnya sudah akan dilakukan. Tapi pihak ketiga tidak berani lantaran risiko longsor saat perbaikan sangat tinggi. ”Hal itu lantaran banyaknya kendaraan berat terutama truk dump pengangkut galian C banyak yang melintas,” tandasnya,

Karena khawatir terjadi longsor susulan, akhirnya Mirna menutup jalan sementara bagi kendaraan berat. ”Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres Kendal untuk menutup jalan tersebut agar tidak dilewati kendaraan berat. Jalan sementara ini dipalang,” tuturnya.

Untuk perbaikan secara permanen, kata dia, tidak bisa dilakukan tahun ini menggunakan APBD. Sebab, kerusakan jalan terjadi akibat bencana, sehingga baru bisa dianggarkan tahun depan. ”Yang memungkinkan perbaikan yang dilakukan sifatnya hanya sementara. Jadi, masyarakat kami minta bersabar, karena proses penganggaran di pemerintah tidak bisa serta-merta,” katanya. (bud/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here