33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

21 Rumah Kebanjiran, 4 Rumah Porak Poranda

Bupati Mirna Sapa 350 Warga Korban Banjir

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Sebanyak 350 warga Dukuh Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo yang terdampak banjir tinggal di pengungsian. Sebagian lainnya tinggal di rumah-rumah sanak famili dan Masjid Baitul Falah desa setempat. Warga mengaku masih trauma dengan banjir yang terjadi Minggu sore (26/2) kemarin.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, banjir sebenarnya sudah surut. Tapi warga mengaku belum berani kembali ke rumah lantaran khawatir jika sewaktu-waktu hujan dan banjir kembali terjadi. Banjir menyisakan sampah dan lumpur yang memenuhi seluruh jalan rumah-rumah warga.

Sementara untuk kebutuhan konsumsi dan lainnya sudah ditangani pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Serta uluran tangan dari sejumlah kelompok masyarakat, relawan maupun badan penyalur sedekah, seperti Baznas Kendal.

Kades Purwosari Muhamad Miadi mengatakan bahwa sedikitnya ada 21 rumah terdampak banjir bandang. Dari 21 rumah tersebut, empat rumah porak-poranda. Empat rumah tersebut milik Sukeni, Darmadi, Ahyari, dan Kusni. Sementara sepuluh rumah di antaranya rusak berat dan tujuh lainnya rusak sedang dan ringan.

Menurut Kades Miadi, warga yang terdampak banjir bandang mengungsi di sejumlah lokasi aman seperti di Masjid Baitul Falah sekitar 150 orang. Di rumah tokoh agama milik Muhammad Isro sekitar 65 jiwa dan Anahsih 150 jiwa.

Dikatakan juga, warga langsung mengungsi sejak banjir bandang terjadi. “Kebutuhan makan, pengobatan dan selimut ada bantuan dari Dinsos, BPBD dan relawan. Alhamdulillah bantuan dan tenaga kesehatan baik dari Puskesmas setempat maupun relawan terus berdatangan,” jelasnya.

Miadi memastikan banjir bandang tidak sampai memakan korban jiwa. Jumlah kerugian juga belum bisa ditaksir lantaran seluruh tim masih fokus pada penanganan dan penyalamatan para korban bencana.

Muhamad Isro, salah seorang warga mengatakan ada sekitar 65 warga yang mengungsi di rumahnya. Menurutnya, untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan tidak ada yang kekurangan. Namun warga masih mengungsi karena rumah mereka rusak dan hancur. “Sebagian besar rumah warga yang rusak berada di RT 13, 14, dan 15. Mereka mengungsi ke tetangga yang rumahnya aman yaitu di RT 17, 18, 19 dan 20,” paparnya.

Isro mengaku, sebelumnya ada longsoran di bukit dan sebagian warga sudah mengetahui sehingga bisa meminimalisasi korban bencana. “Setelah dicek, ternyata ada longsoran yang membentuk cekungan, karena hujan yang deras cekungan itu ambrol dan terjadi banjir bandang,” jelasnya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa, kemarin langsung meninjau lokasi banjir dan mengunjungi korban banjir. Bupati sempat komunikasi dengan para korban dan membagikan nasi bungkus yang dibawanya.

Menurut Bupati, untuk masalah konsumsi, obat-obatan dan bantuan lainnya sudah cukup banyak bantuan yang datang, baik dari pemerintah maupun relawan. “Yang penting sekarang, mencari penyebab bencana dan melakukan penanganannya, serta gotong royong membenahi rumah warga,” jelasnya.

Bupati menjelaskan, semua pihak baik dari Pemprov, Pemkab Kendal dan masyarakat harus bahu-membahu memberikan bantuan. “Kami berencana melakukan kajian ekologi, apakah para korban perlu direlokasi atau tidak. Sedangkan untuk rumah yang roboh akan dicarikan bantuan untuk membangun kembali,” tandasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...