33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Kudus dan Blora Dominasi Atletik Jateng

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

SEMARANG – Kabupaten Kudus yang selama ini tidak diperhitungkan dalam cabor atletik di Jawa Tengah membuat kejutan. Kudus menjuarai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jateng 2017 yang sekaligus babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 seri pertama. Ajang ini digelar untuk menentukan atlet yang berhak tampil di Porprov Jateng yang akan berlangsung tahun depan.

Dalam event yang berlangsung di lintasan atletik Stadion Utama Kendal, pekan lalu tersebut Kudus meraih gelar juara umum dengan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Blora di peringkat kedua, dengan perolehan medali emas yang sama dengan Kudus yakni delapan, namun hanya meraih empat perak, dan tiga perunggu. Disusul Kota Salatiga dengan tujuh medali emas, lima perak, dan enam perunggu.

Ketua Harian Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Rumini mengatakan, dari hasil babak kualifikasi tahap pertama tersebut, masih ada beberapa daerah yang belum meloloskan atletnya ke Porprov Jateng 2018. Diharapkan pada tahap kedua nanti daerah lebih serius memersiapkan atletnya, agar persaingan di Porprov Jateng 2018 mendatang lebih merata.

Selain beberapa daerah belum mampu meloloskan atlet, ada juga nomor atletik yang belum mencapau limit kelolosan. “Tapi masih ada kesempatan bagi daerah untuk meloloskan atletnya ke Porprov yakni pada babak kualifikasi tahap kedua dan mungkin ketiga. Ada beberapa rangkaian kejuaraan yang kami jadikan ajang pra-Porprov. Kami berharap, kabupaten/kota dan klub harus lebih mempersiapkan atletnya sebaik mungkin,” kata Rumini.

Jika melihat prestasi, Rumini mengaku cukup puas. Sebab ada beberapa atlet yang mampu meningkatkan catatan waktu untuk lari, atau meningkatkan lompatan serta lemparan.

Diakui, untuk memacu prestasi, PASI Jateng menetapkan limit yang cukup tinggi mendekati limit waktu PON. Hanya saja, butuh kerja keras untuk membuat prestasi para atlet tersebut konsisten. Sebab sasarannya tidak sekadar memenuhi limit, tapi prestasi nasional. “Daerah cukup banyak yang meloloskan atlet seperti Blora, Kudus, Salatiga, Kota Semarang, dan Kendal. Masih banyak kesempatan bagi daerah lain mendapatkan tempat di Porprov nanti,” sambung mantan atlet nasional itu Rumini.

Kejuaraan selanjutnya sebagai babak kualifikasi adalah Kejurprov Atletik Remaja dan Yunior Jateng. Ajang tersebut akan diselenggarakan di Lintasan Atletik Unnes, 4-5 Maret mendatang. Kejurprov tersebut selain babak kualifikasi juga untuk mempersiapkan atlet mengikuti Kejurnas KU 18 dan 20 tahun di Jakarta. Rumini mengatakan ada 15 nomor yang diperlombakan dalam kategori sprint, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lempar, lompat, dan lempar. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Kompetisi Pengusaha Muda, Battlepreneur

Puluhan peserta dari komunitas, organisasi mahasiswa dan media sosial di Kota Semarang tampak bersaing ketat mengikuti acara Battlepreneur yang digelar di Abble Coffee, Jalan...

Rela Begadang Demi Menulis Cerpen

RADARSEMARANG.COM - SETIAP orang tua menghendaki yang terbaik bagi anaknya. Termasuk dalam mendidik anaknya. Tak heran bila para orang tua menerapkan peraturan dan kedisiplinan...

Perjalanan Waktu: 2017

Oleh: Djawahir Muhammad SELASA, 2 Januari 2017 ini adalah hari kedua di 2017. Sebagian orang berpendapat bertambahnya tahun memperpanjang usia mereka, sebagian lagi berpikir bahwa...

Meski Kalah, Sambutan Hangat Warga Mengharukan dan Menguatkan

Lahir dari anak petani dengan kehidupan pas-pasan tak membuat Achmat Syarif putus asa. Berkat tekad kuatnya bisa masuk nominasi 18 besar AKSI Indosiar 2016....

Investasi Elektronik Masih Prospektif 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Besarnya jumlah penduduk Indonesia serta pendapatan perkapita yang meningkat dinilai sebagai salah satu daya tarik investasi jangka panjang. Khususnya bagi perusahaan-perusahaan...

Temukan LPKD Tak Patuh UU

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) temukan standar penilaian internal yang belum memadai dan ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang (UU) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah...