33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Kudus dan Blora Dominasi Atletik Jateng

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kabupaten Kudus yang selama ini tidak diperhitungkan dalam cabor atletik di Jawa Tengah membuat kejutan. Kudus menjuarai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jateng 2017 yang sekaligus babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 seri pertama. Ajang ini digelar untuk menentukan atlet yang berhak tampil di Porprov Jateng yang akan berlangsung tahun depan.

Dalam event yang berlangsung di lintasan atletik Stadion Utama Kendal, pekan lalu tersebut Kudus meraih gelar juara umum dengan delapan medali emas, enam perak, dan tiga perunggu. Blora di peringkat kedua, dengan perolehan medali emas yang sama dengan Kudus yakni delapan, namun hanya meraih empat perak, dan tiga perunggu. Disusul Kota Salatiga dengan tujuh medali emas, lima perak, dan enam perunggu.

Ketua Harian Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jateng Rumini mengatakan, dari hasil babak kualifikasi tahap pertama tersebut, masih ada beberapa daerah yang belum meloloskan atletnya ke Porprov Jateng 2018. Diharapkan pada tahap kedua nanti daerah lebih serius memersiapkan atletnya, agar persaingan di Porprov Jateng 2018 mendatang lebih merata.

Selain beberapa daerah belum mampu meloloskan atlet, ada juga nomor atletik yang belum mencapau limit kelolosan. “Tapi masih ada kesempatan bagi daerah untuk meloloskan atletnya ke Porprov yakni pada babak kualifikasi tahap kedua dan mungkin ketiga. Ada beberapa rangkaian kejuaraan yang kami jadikan ajang pra-Porprov. Kami berharap, kabupaten/kota dan klub harus lebih mempersiapkan atletnya sebaik mungkin,” kata Rumini.

Jika melihat prestasi, Rumini mengaku cukup puas. Sebab ada beberapa atlet yang mampu meningkatkan catatan waktu untuk lari, atau meningkatkan lompatan serta lemparan.

Diakui, untuk memacu prestasi, PASI Jateng menetapkan limit yang cukup tinggi mendekati limit waktu PON. Hanya saja, butuh kerja keras untuk membuat prestasi para atlet tersebut konsisten. Sebab sasarannya tidak sekadar memenuhi limit, tapi prestasi nasional. “Daerah cukup banyak yang meloloskan atlet seperti Blora, Kudus, Salatiga, Kota Semarang, dan Kendal. Masih banyak kesempatan bagi daerah lain mendapatkan tempat di Porprov nanti,” sambung mantan atlet nasional itu Rumini.

Kejuaraan selanjutnya sebagai babak kualifikasi adalah Kejurprov Atletik Remaja dan Yunior Jateng. Ajang tersebut akan diselenggarakan di Lintasan Atletik Unnes, 4-5 Maret mendatang. Kejurprov tersebut selain babak kualifikasi juga untuk mempersiapkan atlet mengikuti Kejurnas KU 18 dan 20 tahun di Jakarta. Rumini mengatakan ada 15 nomor yang diperlombakan dalam kategori sprint, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lempar, lompat, dan lempar. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Makam Diuruk, Warga Marah

SEMARANG - Ratusan warga di empat RW Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat kemarin menghentikan beghu yang digunakan untuk meratakan tanah pemakaman Tawang Ngaglik....

Tim SS Tuding KPU Memperlambat APK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meskipun sempat diprotes dan ramai diberitakan di media massa, persoalan Alat Peraga Kampanye (APK) tak kunjung cepat diselesaikan oleh Komisi Pemilihan...

Peragakan 10 Adegan, Didik Menangis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Penyidikan kasus pembunuhan terhadap Fitri Anggraeni, 23 yang mayatnya dicor di kamar mandi masih berlanjut. Jumat (2/3) kemarin, tim penyidik Satreskrim...

Temukan Makanan Rusak, Kedaluwarsa dan Tanpa Izin

DEMAK-Menjelang Lebaran, Tim Satgas pemberantasan obat dan makanan ilegal Pemkab Demak, Selasa (6/6) kemarin, melakukan sidak ke sejumlah pasar. Yakni, Pasar Karanganyar, Gajah dan...

Bupati Magelang Kembali Raih Top Pembina BUMD

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang kembali meraih prestasi nasional. Kali ini Bupati Magelang menerima penghargaan sebagai Top Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tahun 2018....

Simpel dan Nyaman jadi Pilihan

RADARSEMARANG.COM - Tahun baru 2018 sudah di depan mata. Para fashionista pun sibuk mencari referensi busana yang diprediksi akan menjadi tren di tahun depan....