31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Kassa Produk Bligo Perlu Lebih Disterilkan Menkes Sidak 44 Industri Kassa Rumahan

KAJEN-Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof DR dr Nila Djuwita F Moeloek, Sp.M (K), melakukan kunjungan kerja mendadak ke kawasan industri kain kassa terbesar di Indonesia, yakni Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/2) kemarin. Kunjungan yang terkesan mendadak tersebut, didampingi Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi.

Perlu diketahui, di Kelurahan Bligo, terdapat 44 usaha industri rumahan yang

memasok kain kassa di seluruh Indonesia, baik apotik, rumah sakit maupun klinik. Karena itulah, Menkes hendak memastikan apakah produk kain kassa yang dihasilkan oleh 44 usaha industri rumahan tersebut memenuhi syarat, baik secara kualitas maupun standar yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan (Depkes) RI.

Berdasarkan hasil sidak, ternyata kain kassa yang dihasilkan oleh industri rumahan di Kelurahan Bligo, berkualitas bagus dan memenuhi standar pemerintah. Kendati begitu, ada satu kekurangan dari produk kain kassa tersebut, yakni masih rendahnya standar sterilisasi. Adapun perlengkapan perizinan dan kebersihannya, sudah cukup bagus dan sangat layak digunakan. “Kain kassa yang diproduksi Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, sangat bagus dan pemasarannya sudah masuk dalam daftar ke seluruh Indonesia. Namun masih ada satu yang harus menjadi perhatian dan harus ditingkatkan pada produk kain kassa tersebut, yakni pemenuhan standar sterilisasi,” kata Menkes Prof Nila Djuwita.

Selama ini, katanya, pemesan yang membeli kain kassa, melakukan sterilisasi sendiri. Kemudian, kain kassa tersebut dijual dengan harga sangat mahal. Karen itulah, sebaiknya pihak produsen kain kassa melakukan sterilisasi sendiri, sehingga harga jual bisa lebih tinggi. “Dengan begitu, yang mendapatkan keuntungan produsen kain kassa,” saran Menkes.

Terkait standarisasi sterilisasi kain kassa, kata Menkes, sebaiknya Pemkab Pekalongan memberikan ruang pada para pelaku industri rumahan kain kassa dalam sebuah asosiasi. Sehingga ada koordinasi yang baik, antara Pemkab dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan produsen kain kassa. “Nanti Pemkab yang membuatkan asosiasi untuk mengkoordinasikan kain kassa yang dijual sudah streril. Karena, kebutuhan kain kassa di Indonesia terbilang sangat tinggi,” kata Menkes.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, berjanji akan mendatangkan mesin sterilisasi agar digunakan oleh puluhan pelaku industri kain kassa di Kabupaten Pekalongan. “Dalam waktu dua bulan, mesin sterilisasi kassa akan kami datangkan, untuk memenuhi standar tersebut,” katanya.

Menurutnya, industri kain kassa di Kabupaten Pekalongan merupakan industri terbesar di Indonesia. Pihaknya berjanji akan mendorong industri kain kassa tersebut menjadi kekuatan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. “Bu Menteri meminta Pemkab Pekalongan agar meningkatkan standar hasil kain kassa yang diproduksi di Kabupaten Pekalongan. Ini kunjungan pertama Ibu Menteri, lantaran ada 40 lebih industri rumahan kain kassa. Semua izinnya sudah ada, tapi permintaan Ibu Menteri mutunya agar dinaikkan satu grade lagi terkait sterilisasi,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here