31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Program Desa Mandiri Diklaim Entaskan Kemiskinan

UNGARAN – Program Desa Swadaya Mandiri yang digagas Kementerian Sosial dan dilaksanakan di Desa Ngrawan diklaim mampu mengentaskan keluarga miskin hingga 47 persen.

Kepala Desa Ngrawan, Lungguh Wahono, mengatakan, pada awalnya dari 450 kepala keluarga (KK) penduduk yang tergolong miskin ada 103 KK. “Dengan adanya program Desa Swadaya Mandiri itu saat ini tinggal 49 KK yang termasuk kategori miskin. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI dan Unissula Semarang yang bekerja sama membantu meningkatkan kesejahteraan warga di sini,” kata Lungguh usai acara penyerahan bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI kepada warga lanjut usia dan anak sekolah di Balai Desa Ngrawan, kemarin.

Penyerahan bantuan sosial berupa 100 paket sembako kepada para lansia dan 100 paket peralatan sekolah untuk siswa sekolah dasar dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. Ikut mendampingi Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Unissula Semarang, Azhari.

Ngesti Nugraha mengatakan, dukungan tersebut dapat membantu Pemkab Semarang yang telah berkomitmen untuk melakukan percepatan upaya pengentasan warga kurang mampu.  “Sehingga kesejahteraan bersama akan semakin dirasakan oleh sebagian besar warga,” ujarnya.

Ditambahkan, komitmen Pemkab Semarang itu juga diwujudkan dengan membentuk organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Sosial secara mandiri.

Fungsi yang dijalankan OPD itu sebelumnya bergabung dengan fungsi pembinaan ketenagakerjaan. Sehingga, lanjutnya, Pemkab Semarang dapat memaksimalkan peran Dinas Sosial untuk meningkatkan kesejahteraan sosial daerah.

Kabid Pengabdian Masyarakat LPPM Unissula, Azhari, mengatakan, pemberian bantuan sosial kepada lansia dan anak sekolah menjadi salah satu amanat utama program DSM.

“Berdasarkan acuan teknis dari Kemensos RI, program DSM memang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para lanjut usia, anak sekolah dan warga penyandang disabilitas,” ujarnya.

Selain di Desa Ngrawan, program Desa Swadaya Mandiri di Kabupaten Semarang, juga dilaksanakan di Desa Manggihan dan Sumogawe Kecamatan Getasan. Pada 2017, pihak Unissula yang ditunjuk sebagai mitra pelaksana oleh Kemensos RI mengagendakan perbaikan 65 rumah tidak layak huni (rutilahu) di tiga desa dan bantuan kelompok usaha masyarakat senilai total Rp 1 miliar.

Saat ini, proposal kegiatan tersebut telah diajukan ke Kemensos RI, dan diharapkan dapat terlaksana pada pada 2017 ini. Bantuan perbaikan 65 rutilahu akan disebar di Desa Ngrawan sebanyak 20 unit, Desa Manggihan 20 unit, dan sisanya Desa Sumogawe. Masing-masing unit rutilahu akan mendapat bantuan senilai Rp 15 juta. Besaran bantuan itu naik dibandingkan 2015 sebesar masing-masing Rp 10 juta untuk 90 unit rutilahu.

“Bantuan itu memang bersifat stimulan untuk merangsang swadaya masyarakat. Kenyataannya, realisasi biaya perbaikan tiap unit bisa mencapai Rp 30 juta karena adanya gotong royong warga setempat,” kata Azhari. (ewb/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here