31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Kuras Sumur, Bapak-Anak Tewas Keracunan Asap

SALATIGA – Nasib tragis dialami Paryanto, 56, dan anaknya Ahmad Tri Sholihun, 22, warga Klewonan RT 02 RW 03, Kelurahan Kauman Kidul, Salatiga. Keduanya meninggal setelah diduga keracunan gas karbondioksida saat menguras sumur di rumah kontrakan tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (25/2) siang.

Berdasar keterangan yang dihimpun wartawan, kronologi kejadian bermula pada Jumat (24/2). Paryanto dan Sholihul dimintai bantuan untuk menguras sumur di rumah kontrakan milik Ainudin yang ditempati Watik. Watik meminta bantuan untuk menguras karena airnya berbau setelah kemasukan ayam dan mati di dalam sumur.

Hari pertama menguras, dikerjakan dengan lancar. Saat itu mesin pompa air diesel ditaruh di atas bibir sumur karena selang masih menjangkau ketinggian air di dalam sumur. Sabtu pagi mereka kembali melanjutkan pekerjaan. Karena ketinggian air di dalam sumur sudah tidak mampu dijangkau selang pompa, maka mereka memutuskan untuk memasukkan mesin ke dalam sumur sedalam 9 meter ini.

Awalnya tidak masalah. Namun ketika Paryanto masuk untuk mengecek air di dalam sumur, tiba-tiba ia merasakan sesak nafas. “Sholihun yang saat itu berada di atas, berteriak-teriak agar bapaknya segera naik. Namun rupanya ayahnya sudah tak kuat dan pingsan di dalam sumur,” kata Triyani, warga setempat.

Begitu tahu bapaknya pingsan di dalam sumur, Sholihun langsung mematikan mesin diesel. Dengan spontan ia langsung turun ke dalam sumur untuk menolong bapaknya. Namun Sholihun ikut pingsan.

Tak berselang lama sejumlah warga dan petugas dari Polsek Sidorejo datang ke lokasi. Dengan cepat petugas bersama warga mengevakuasi kedua korban dari dalam sumur dan langsung dilarikan ke RSUD Salatiga. Namun setiba di rumah sakit, keduanya sudah dinyatakan meninggal.

Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri mengatakan, dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, diduga korban tewas akibat kekurangan oksigen saat berada di dalam sumur. “Diduga karena mesin diesel dimasukkan ke dalam sumur, maka banyak karbondioksidanya,” katanya. Setelah menjalani visum di RSUD Salatiga, kedua jenasah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (sas/ton)

 

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here