33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Tertantang Aksi Heli Rafting

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MELAKUKAN penyelamatan terhadap nyawa manusia ketika dalam menghadapi musibah, sudah menjadi tugas dan kewajiban, bagi Siti Ratna Nur Asih. Perempuan kelahiran Cilacap 14 September 1988 ini mengaku tak takut, ketika mendapatkan tugas dimanapun tempatnya. Bahkan, perempuan yang akrab disapa Siti ini, semakin tertantang pada aksi heli rafting.

“Heli rafting itu turun dari heli memakai tali. Misalkan, ada penyelamatan atau evakuasi yang medannya tidak bisa dijangkau, pasti menggunakan heli dan turunnya memakai tali,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (25/1) kemarin.

Menurutnya, aksi itu dikenalinya ketika bergabung menjadi anggota SAR Basarnas Semarang pada tahun 2008 silam. Yaitu saat melakukan pelatihan dasar (Diksar) bersama peserta baru. Meskipun kali pertama melakukan latihan turun dari heli menggunakan tali dalam posisi mengudara, namun sudah langsung ketagihan.

“Awalnya ya takut. Tapi setelah berulang kali latihan, ternyata seru juga. Ada juga latihan free jump, loncat dari heli ke laut semacam terjun bebas. Tapi pakai life jacket (jaket pelampung),” katanya.

Menurutnya, materi pelatihan dasar di Basarnas tidak hanya heli rafting yang berkaitan dengan penyelamatan di air. Ia juga mengikuti diksar alam seperti penyelamatan di hutan atau pegunungan. Namun hal itu tak membuatnya kesulitan. “Memang kalau awalnya aku suka berpetualang. Jadi sejak sekolah di tingkat SMP aku sudah kerap ikut pramuka di alam pegunungan. Jadi, tidak ada kendala pas mengikuti pelatihan,” katanya.

Meski demikian, lulusan Fakuktas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang tahun 2013 ini, tak henti-hentinya terus berlatih. Bahkan, ia rutin melakukan senam aerobik dan fitnes. Alasannya, fisik maupun stamina harus terus diperkuat, lantaran tugas di lapangan membutuhkan banyak tenaga. “Di kantor ini ada alat fitnes juga. Jadi bisa selalu memanfaatkannya untuk berlatih fisik. Setiap hari Jumat fitnes, sama aerobik sendiri,” ujarnya.

Perempuan yang tinggal di Perum Pratama Green Residence Mijen ini berkeinginan adanya bidang hukum di Kantor SAR Basarnas Semarang. “Bagain hukum yang menangani pegawai kantor SAR. Tapi yang ada, baru di pusat, disini belum ada,” pungkasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Santri Miskin Belum dapat BPJS

WONOSOBO – Kebijakan Pemerintah Tentang Jaringan Kesehatan Nasional (JKN) pelayanan, belum tersebar secara merata. Di antaranya, belum menjangkau santri. Di Wonosobo, misalnya, banyak santri...

Upaya Tim Klaster Jadikan Bukit Sikunci sebagai Destinasi Wisata

Tim klaster pariwisata berbasis Desa Wisata Kabupaten Wonosobo, menggelar pelatihan keterampilan. Pesertanya, 20 perempuan Desa Pulosaren. Upaya ini ditempuh untuk mendorong perempuan setempat agar...

Pembangunan Harus Libatkan Pemuda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seluruh elemen pemuda harus mendapat tempat dan diberdayakan dalam pembangunan di Jateng. Hal tersebut sebagai salah satu cara meningkatkan daya saing...

Dewan Godok 5 Raperda Baru

BATANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang kini sedang menggodok 5 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang baru. Hal tersebut disampaikan dalam sidang Paripurna dengan...

Wujudkan Listrik Gratis, Hendi Gandeng Jepang

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kian serius menggarap sejumlah fasilitas hidup gratis. Salah satunya dengan merealisasikan gagasan memberikan fasilitas listrik gratis guna mengurangi...

Sikapi Online, Jaga Harga Stabil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persegeran menuju pasar online mulai merambah ke berbagai sektor, termasuk dunia perhotelan. Menjaga harga tetap stabil, menjadi tantangan utama dalam pasar...