33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Menang, Tapi Belum Bikin Tenang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL – Meski berhasil menang 1-0, namun penampilan tim PSIS Semarang dalam laga uji coba versus Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem Kendal Sore (25/2) kemarin masih belum mampu membuat pendukung mereka tenang.
Masih banyak pekerjaan rumah yang harus digarap head coach mereka, Subangkit di sisa waktu sebelum kompetisi baik dari segi komunikasi antar lini hingga finishing touch yang masih belum membaik dibanding beberapa kali uji coba sebelumnya.
Di babak pertama, head coach Subangkit memberikan kesempatan kepada pemain yang tidak tampil di laga uji coba sebelumnya versus Pusamania Borneo FC. Di penjaga gawang, Subangkit mempercayai Aji Bayu Putra untuk tampil penuh.
Kemudian empat pemain belakang PSIS kemarin dihuni oleh Yogi Ardianto, Haudi Abdillah, M Rio Saputra dan Imam Behaqi. Kemudian Ahmad Agung, Fajar Alfian dan Albi Lanju diberi tugas menjaga keseimbangan lini tengah.
Di posisi gelandang sayap, PSIS menurunkan Jordan Foranda dan Frangky Mahendra yang secara penuh diberi tugas untuk melayani striker tunggal mereka yang kemarin dihuni oleh Hari Nur Yulianto.
Dengan menurunkan starter yang dihuni mayoritas pemain muda, PSIS memang tampil tanpa pola sepanjang babak pertama. Ditambah lagi tim berjuluk Mahesa Jenar selalu gagal memanfaatkan peluang melalui bola-bola mati.
“Di babak pertama kami memang banyak menurunkan pemain-pemain muda, hasilnya memang kurang berjalan dengan baik. Tidak ada ritme permainan ditambah lagi kami sering hilang bola. Itu menjadi evaluasi,” kata Subangkit usai laga.
Kemudian di babak kedua, Subangkit merombak total skuatnya dengan hanya menyisakan Rio Saputra dan kiper Aji Bayu Putra yang turun sebagai starter. Di lini belakang tiga tenaga baru yaitu Safrudin Tahar, Anhar Latif dan Taufik Hidayat diturunkan.
Sedangkan di lini tengah PSIS dihuni oleh Juni Riyadi, Saddam Sudarma Hendra, M Yunus, M Ilham Arfil dan Hari Nur yang digeser di pos winger untuk memberikan support kepada striker tunggal Johan Yoga Utama.
Hasilnya cukup lumayan, permainan tim Mahesa Jenar bisa lebih hidup di babak kedua. Sejumlah peluang juga mampu diciptakan oleh Johan Yoga dkk meski akhirnya PSIS hanya berhasil unggul 1-0 melalui sepakan M Yunus di menitg ke-68.
“Di babak kedua kami tampil lebih baik baik dari segi crossing, passing dan juga ball possession bisa lebih baik. Hanya memang masalah finishing yang masih harus dibenahi,” pungkas Subangkit kemarin.
Setelah laga uji coba versus Persik Kendal kemarin, jadwal terdekat tim Mahesa Jenar rencananya akan melakoni laga uji coba lanjutan yaitu versus Persebaya Surabaya di Stadion Jatidiri 12 Maret 2017 mendatang. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemuda Misterius Ditemukan Tewas

SLEMAN—Seorang pemuda, Minggu (20/8) kemarin, ditemukan tewas di sungai kecil, di ruas jalan Gedongan-Klangon. Di dekat korban, ditemukan satu unit sepeda motor. Temuan itu...

Bupati Ancam Tutup Akses Jalan Proyek Tol

KAJEN-Kerusakan jalan akibat dilalui armada pembawa material proyek pembangunan jalan tol Batang-Pemalang milik PT Waskita Karya dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ), menarik perhatian...

Pemkot Blacklist Dua Kontraktor Hanya Selesaikan 48 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dari sekian kontraktor yang masuk dalam daftar rapor merah karena kinerjanya buruk, dua di antaranya telah di-blacklist. Keduanya adalah PT Dipo...

Ajak Kader Tangkal Gerakan Radikal

SEMARANG - Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy meminta semua kader untuk terlibat aktif dalam menangkal gerakan radikalisme. Identitas politik PPP yang berlandaskan Islam, harus...

Bermula dari Hobi, Edi Cahyono Kini Merup Sukses

Anda suka adventure? Bisa jadi, Anda akan terinspirasi kisah sosok satu ini: Edi Cahyono, si petualang asal Desa Campursari, Kecamatan Kertek, Wonosobo. Ia kini...

PDI Perjuangan Turunkan Pasukan Elit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD PDI Perjuangan Jateng siap menurunkan Pandu Juang untuk mendukung pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub Jateng 2018. Para Pandu...