33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Mayat Pemuda Ditemukan Bersimbah Darah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG-Sesosok pemuda ditemukan tewas mengenaskan di pinggir rel kereta api ganda daerah Muktiharjo Kecamatan Gayamsari Semarang, Sabtu (25/2) kemarin, pukul 05.30. Jasad korban bernama Selamat Fuadi, 36, warga Kauman RT 011/01 Karangroto Kecamatan Genuk, ditemukan masih bersimbah darah. Diduga akibat tertabrak kereta api.

Kali pertama ditemukan, korban mengenakan kaos biru celana pendek hitam. Sedangkan di sekujur tubuhnya penuh luka serius. Wajah korban berlumuran darah yang sudah hampir mengering akibat luka. Pada bagian kaki kanan terdapat luka seperti sayatan. Tangan bagian siku terdapat luka gores. Kemudian pergelangan tangan kanan diduga juga mengalami patah tulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, kali pertama mayat ditemukan oleh warga Sawah Besar yang sedang melintasi rel hendak menuju warung di Jalan Raya Muktiharjo Lor. “Kalau kejadian persisnya tidak ada yang tahu. Hanya saja, tahu-tahu sudah tergeletak. Tadi Bu Tikno mau ke warung untuk beli lauk, pas lewat lihat ada orang tergeletak terus teriak-teriak sama tetangganya,” ungkap Poniman, warga Sawah Besar yang berada di lokasi kejadian.

Diduga, kata Poniman, korban tewas akibat tertabrak kereta api. Biasanya, korban berada di daerah tersebut untuk mencari ikan. “Mungkin ditabrak sepur (kereta) dari arah selatan yang menuju utara. Karena posisinya (korban) tergeletak di bagian rel yang timur. Sandalnya juga ditemukan terpisah, satunya di sebelah timur rel, satunya di utara sebelah barat rel bagian barat,” imbuh Poniman.

Warga Muktiharjo Lor, Faisal menambahkan bahwa korban memang kerap berada di sekitar lokasi kejadian. “Ada yang bilang ditabrak sepur. Tapi ini masih diselidiki kepolisian, karena tidak ada yang tahu persis kejadiannya,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban juga kerap minum minuman keras (miras) bersama rekannya di sekitar bawah jembatan tol Muktiharjo Lor yang tidak jauh dari lokasi kejadian. “Informasi dari warga juga sering mancing di terowongan tol situ, sering nongkrong di waduk polder baru. Kadang juga minum di bawah tol sama teman-temannya,” jelasnya.

Sebelum jasad korban dibawa oleh Tim Inafis Polrestabes Semarang ke RSUP dr Kariadi, sempat dilakukan pengecekan oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang. “Salah satu petugas Tim dokter DKK menjelaskan kurang lebih 3 jam lalu meninggalnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas dari Tim Inafis Polrestabes Semarang, Iptu Sawal menjelaskan korban tewas diduga tertabrak kereta api. “Ditabrak kereta,” katanya singkat.

Sedangkan menanggapi terkait dugaan korban dalam kondisi di bawah pengaruh miras, Kapolsek Gayamsari Kompol Dedy Mulyadi, mengaku belum menerima informasi terkait hal itu. “Kalau itu kami belum terima informasinya, tidak ada,” pungkasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dukung Istri Jadi Dokter Kaum Dhuafa

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI istri seorang dokter spesialis rehabilitasi medik, bagi Hersteyo Pramono adalah anugerah. Apalagi istrinya, Septiana Willyanti bukan dokter sembarangan. Jebolan Fakultas Kedokteran...

Hapus Kesan Anjing Garang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan pecinta anjing jenis Pitbull dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Lapangan Polrestabes Semarang, Minggu (28/1). Dengan membawa anjing kesayangannya,...

Global Elektronik Gelar HomeTech ke-32

SEMARANG – Global Elekktronik kembali menggelar pameran tematik “HomeTech”. Pameran yang digelar kali ke32 ini serentak di lima toko di Semarang. Managing Director Superstore Global...

Pemkot Semarang Kekurangan 3.224 PNS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejak 2014, tidak ada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Padahal setiap tahun sedikitnya ada 500 PNS...

Sevilla dan Nevada Mengingatkan Sumba

Oleh: Dahlan Iskan Terpaksa bermalam di Las Vegas, kemarin. Tidak kuat lagi untuk terus mengemudi. Tidak ada John Mohn. Tidak bisa bergantian. Pukul 07:00 pagi saya...

Ketua Demokrat Resmi Sandang Nama Liluk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Merasa nama aslinya tak cukup dikenali masyarakat, Ketua DPD Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyu Winarto, mengajukan permohonan di Pengadilan Negeri (PN) untuk membubuhkan...