31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Tertantang Aksi Heli Rafting

MELAKUKAN penyelamatan terhadap nyawa manusia ketika dalam menghadapi musibah, sudah menjadi tugas dan kewajiban, bagi Siti Ratna Nur Asih. Perempuan kelahiran Cilacap 14 September 1988 ini mengaku tak takut, ketika mendapatkan tugas dimanapun tempatnya. Bahkan, perempuan yang akrab disapa Siti ini, semakin tertantang pada aksi heli rafting.

“Heli rafting itu turun dari heli memakai tali. Misalkan, ada penyelamatan atau evakuasi yang medannya tidak bisa dijangkau, pasti menggunakan heli dan turunnya memakai tali,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (25/1) kemarin.

Menurutnya, aksi itu dikenalinya ketika bergabung menjadi anggota SAR Basarnas Semarang pada tahun 2008 silam. Yaitu saat melakukan pelatihan dasar (Diksar) bersama peserta baru. Meskipun kali pertama melakukan latihan turun dari heli menggunakan tali dalam posisi mengudara, namun sudah langsung ketagihan.

“Awalnya ya takut. Tapi setelah berulang kali latihan, ternyata seru juga. Ada juga latihan free jump, loncat dari heli ke laut semacam terjun bebas. Tapi pakai life jacket (jaket pelampung),” katanya.

Menurutnya, materi pelatihan dasar di Basarnas tidak hanya heli rafting yang berkaitan dengan penyelamatan di air. Ia juga mengikuti diksar alam seperti penyelamatan di hutan atau pegunungan. Namun hal itu tak membuatnya kesulitan. “Memang kalau awalnya aku suka berpetualang. Jadi sejak sekolah di tingkat SMP aku sudah kerap ikut pramuka di alam pegunungan. Jadi, tidak ada kendala pas mengikuti pelatihan,” katanya.

Meski demikian, lulusan Fakuktas Hukum Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang tahun 2013 ini, tak henti-hentinya terus berlatih. Bahkan, ia rutin melakukan senam aerobik dan fitnes. Alasannya, fisik maupun stamina harus terus diperkuat, lantaran tugas di lapangan membutuhkan banyak tenaga. “Di kantor ini ada alat fitnes juga. Jadi bisa selalu memanfaatkannya untuk berlatih fisik. Setiap hari Jumat fitnes, sama aerobik sendiri,” ujarnya.

Perempuan yang tinggal di Perum Pratama Green Residence Mijen ini berkeinginan adanya bidang hukum di Kantor SAR Basarnas Semarang. “Bagain hukum yang menangani pegawai kantor SAR. Tapi yang ada, baru di pusat, disini belum ada,” pungkasnya. (mha/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here