33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Master Alex Kecewa Penyidik Polrestabes

Penipuan Rumah Hadiah Olimpiade

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Kasus perdata terkait objek perkara penjualan rumah secara melawan hukum dengan penggugat pemilik rumah yakni mantan pelatih taekwondo nasional asal Semarang Alex Harijanto, 77, menjalani sidang perdana Kamis (23/2). Namun sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang tersebut ditunda, karena pihak-pihak tergugat tidak hadir.

Para tergugat di antaranya Kris Wiluan, Anton Kamajaya, Ivone Haliman Wijaya, Bank Ganesha, notaris Prof Dr Liliana Tedjosaputro serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Hakim Ketua Suyoto memutuskan sidang ditunda hingga 30 Maret mendatang.

Gugatan berawal ketika tokoh sepuh taekwondo Indonesia yang akrab disapa Master Alex ini meminjam uang sebesar Rp 500 juta dengan jaminan surat hak milik tanahnya di Puri Anjasmoro Blok M2 No 1 Semarang Barat, pada 2011 silam kepada Kris Wiluan, koleganya di Jakarta. Oleh Kris, proses gadai dikuasakan kepada Anton Kamajaya hingga kemudian diterbitkan surat pengakuan utang dengan tempo 1 tahun dan surat kuasa menjual yang bisa digunakan apabila Alex tidak bisa melunasi utang pada saat jatuh tempo.

Kuasa hukum Alex, Johanes Dipa Widjaja, mengatakan, masalah timbul ketika dua bulan sebelumnya tanggal jatuh tempo, Anton secara sepihak menjual surat tanah tersebut kepada Ivone, sebesar Rp 900 juta melalui notaris Liliana. Yang mencengangkan, pada hari yang sama, Ivone lalu menjaminkan surat tanah seluas 570 meter persegi tersebut ke Bank Ganesha cabang Semarang, dengan nilai fantastis yakni Rp 2,2 miliar. Alex baru sadar surat tanahnya sudah berada di pihak Bank Ganesha, ketika dia kesulitan menghubungi Anton ketika akan membayar utangnya saat jatuh tempo. Bahkan kemudian menerima surat pemberitahuan lelang karena Ivone tidak pernah membayar cicilan utangnya.

”Ternyata Ivone sebelumnya menjadi DPO Polda Jateng karena kasus serupa. Sekarang dia menghilang. Kami melaporkan baik pidana maupun perdata. Untuk perdata sudah masuk ke sidang, tapi untuk kasus pidana di mana kami melaporkan Anton, Ivone dan Liliana sejak lebih dari 3 tahun yang lalu tidak ditindaklanjuti pihak penyidik Polrestabes Semarang. Kami kecewa, ada apa? Kami tidak pernah diundang mengikuti gelar perkara dan kami dengar kasus ini sudah dihentikan. Pekan depan kami akan melapor ke Propam Polda Jateng,” tandasnya.

Laporan pidana Johanes ke Polrestabes terkait dengan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Anton dan Ivone. Sementara Liliana dianggap telah melakukan keteledoran sebagai notaris, terkait dengan jual beli tanah milik Alex dari Anton kepada Ivone.

Johanes mengatakan, Master Alex sama sekali tidak pernah ingin menjual tanah tersebut karena merupakan hadiah atas prestasinya sebagai pelatih kepala tim taekwondo Indonesia pada Olimpiade Barcelona 1992. Saat itu, Alex bersama para taekwondoinnya membawa pulang 3 medali perak dan 1 perunggu untuk Indonesia, meski taekwondo saat itu masih berstatus ekshibisi. (smu/zal/ce1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Senjata Api Ilegal Dikirim lewat JNE

SEMARANG – Diduga memperdagangkan senjata api ilegal, Ladius Yunianto alias Yoes, 41, warga Sendangguwo, Tembalang terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Semarang. Pria yang...

Tingkatkan Kualitas SDM, Gelar Lomba Balita Sehat

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal dan  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) warga...

Pabrik Viar Jadi Contoh Penerapan SNI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Tirangle Motorindo menjadi pabrik percontohan dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Percontohan ini diberikan karena pabrik tersebut menerapkan Standar Nasional Indonesia...

Medali Dibagikan ke Tetangga, Kini Jadi Sopir Truk Sampah

RADARSEMARANG.COM - Masadi, pria kelahiran Semarang pada 3 Desember 1961, pernah membanggakan Indonesia. Ia mampu berjaya di SEA Games XV Kuala Lumpur, 1989, merebut...

Jemput Arus Mudik di Bandara

SEMARANG – Pecinta kuliner khas Semarang, lunpia tidak perlu repot-repot mencari oleh-oleh sebelum pulang ke kampung halaman. Sebab, sejak Kamis (15/6) lalu, Lunpia Delight...

Puluhan Pembalap Liar Bubar

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Puluhan pembalap liar di Taman Dadi Kajen, Desa Kebon Agung Kajen, Minggu (29/7) dini hari, seketika bubar. Mereka ketakutan begitu melihat puluhan petugas...