UNGARAN–Blangko E-KTP diperkirakan mulai tersedia pada bulan Maret 2017. Itupun jika lelang blanko di tingkat pemerintah pusat lancar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Semarang, Budi Kristiyono mengatakan, hal tersebut berkaitan dengan proses lelang blangko di tingkat pemerintahan pusat. “Kemarin hasil konsultasi saya kesana, kalau lelang pengadaan blangkonya lancar, Maret bisa didistribusikan ke masing-masing daerah,” kata Budi, Jumat (24/2) kemarin.

Meski begitu, kata Budi, keberadaan suket (surat keterangan) pengganti sementara E-KTP bisa digunakan untuk pendataan kependudukan. “Yang sudah rekaman, tetap kami layani dengan blangko E-KTP yang sebentar lagi akan didistribusikan dari pusat,” tuturnya.

Jika pada Maret blangko sudah terdistribusi ke masing-masing daerah, ia mengimbau kepada masyarakat agar segera menukarkan suket tersebut ke kantor kecamatan. “Agar segera diganti dengan E-KTP,” ujarnya.

Dijelaskan Budi, saat ini kantor kecamatan sudah melayani rekam data E-KTP. Bahkan, beberapa fasilitas pendukung sudah dilengkapi untuk mempermudah pelayanan kependudukan. “Kami fasilitasi di tingkat kecamatan. Kecamatan sekarang sudah disediakan printer khusus E-KTP,” katanya.

Beberapa pelayanan kependudukan di kantor kecamatan yang dapat dinikmati masyarakat antara lain kepengurusan Kartu Keluarga (KK) dan rekam E-KTP. “Pelayanan kependudukan kita memakai sistem online. Jadi dari kantor Dispendukcapil dapat mengakses data kependudukan di kantor kecamatan,” katanya.

Dikatakan Budi, dalam sehari, sedikitnya 10 orang melakukan pengurusan E-KTP di setiap kantor kecamatan. Pelayanan lain yang dapat dinikmati masyarakat di Kantor Kecamatan yaitu pembuatan kartu AK-1. Kartu tersebut digunakan oleh pencari kerja ketika harus memenuhi persyaratan pendaftaran kerja di perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Soemardjito mengatakan pelayanan tersebut masih diutamakan di wilayah perbatasan. “Outletnya ada di 10 kantor kecamatan yang ditunjuk Pemkab Semarang,” ujar Soemardjito.

Sebelumnya, pelayanan pembuatan AK-1 hanya dilakukan di kantor Disnaker. Ke sepuluh outlet tersebut antaralain berada di kantor Kecamatan Kaliwungu, kantor Kecamatan Susukan, kantor Kecamatan Tengaran, kantor Kecamatan Suruh. “Selain itu kantor Kecamatan Pabelan, kantor Kecamatan Bancak, kantor Kecamatan Bringin, kantor Kecamatan Sumowono, kantor Kecamatan Getasan, kantor Kecamatan Tuntang,” katanya.

Meski dilakukan pembukaan outlet, pihak Disnaker tidak memberikan tambahan personel khusus melayani kepengurusan AK-1 di kantor kecamatan tersebut. “Petugas yang melayani pembuatan AK-1 itu dari pegawai kecamatan sendiri, kami hanya memberikan bintek mereka,” katanya. (ewb/ida)