33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Gelar Wayang Binatang, Lestarikan Kearifan Lokal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN–Melestarikan kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kali ini, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Doplang Kecamatan Bawen menggelar pagelaran wayang binatang di desa tersebut.

Panitia pagelaran yang juga mahasiswa KKN, Desi Alimah mengatakan wayang binatang ini baru kali pertama dilaksanakan di Desa Doplang. “Ini pertama kali, namun dilaksanakan semua desa di Kecamatan Bawen. Sistemnya bergiliran, kali ini kita,” kata Desi, Jumat (24/2) kemarin.

Hampir sama dengan wayang pada umumnya. Wayang binatang hanya terbuat dari kertas yang menggambarkan figur binatang. Kemudian babi kecil digunakan sebagai cempurit atau pengapit wayang.

Figur binatang juga beraneka ragam. Mulai dari raja hutan yaitu singa, harimau, kancil, jerapah, kerbau, monyet, dan kura-kura. Juga digelar di tempat yang sederhana, dimana kain putih seukuran 1×2 meter untuk kelir atau background.

Selain itu, pelepah pisang yang digunakan untuk arena dan tempat menancapkan wayang juga tidak lebih dari 2 meter. Pagelaran kali ini dilakukan di rumah salah seorang warga di Desa Doplang.

Cerita yang dibawakan oleh dalang yang juga mahasiswa KKN berbeda dengan wayang pada umumnya. Karena lebih banyak menggambarkan cerita inspiratif dari legenda lokal Bawen. Seperti halnya cerita Babat Rawapening yang menampilkan tokoh utama yaitu diambil dari figur monyet.

“Jadi tokoh kepahlawanan, namun yang jadi figurnya binatang. Seperti halnya Hanoman kan monyet. Jadi wayang ini sangat pas dengan cerita lokal di sini,” katanya.

Sasaran dari pagelaran wayang binatang tersebut yaitu siswa SD. Pengenalan jenis kesenian wayang perlu dilakukan sejak usia dini. Setidaknya puluhan siswa SD dari wilayah setempat hadir dalam pagelaran wayang binatang tersebut. “Kami juga melibatkan pihak kecamatan dan desa dalam pagelaran ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Doplang Supriyanto mengatakan selama ini cerita dan budaya kearifan lokal sudah mulai hilang dengan adanya tokoh-tokoh dari negara luar. Apalagi peran media televisi dalam hal penayangan tokoh luar intensitasnya sangat tinggi. “Disini ada tokoh Hanoman, yang sosoknya monyet. Ini sangat pas jika diajarkan ke siswa SD,” tuturnya.

Semakin banyak cerita dan tokoh luar yang diajarkan dan dipahami masyarakat lokal, lama kelamaan akan menggerus kearifan lokal itu sendiri. “Cerita asli di Indonesia yang dikemas dengan wayang binatang ke depan kami harapkan perkembangannya lebih baik,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tahfidz dan Sertifikasi Nasional Jadi Unggulan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Komitmen SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang memajukan generasi bangsa serius dijalankan. Mengacu kepada visinya yaitu “Menjadi SMK yang Berkarakter Islami,...

30 Poin Lawan Bea Cukai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tiga puluh poin uraian kesimpulan disampaikan bos pabrik rokok Muncul Sejahtera dari Sidoarjo, Samsuyar, dalam gugatan praperadilan melawan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Semarang,...

Muslim Singapura Kunjungi Ponpes Manbaul Hikmah

KENDAL — Sebanyak 40 perwakilan Komunitas Muslim Singapura mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu.  Mereka bertukar budaya dan belajar...

Incar Pelaku Premanisme

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Polres Wonosobo menggelar Operasi Bima Kusuma Candi pada 20 Juli hingga 18 Agustus mendatang. Sasaran kegiatan ini adalah para preman dan...

Diikuti 150 Lebih Atlet Bulutangkis

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Tak kurang dari 150 atlet bulutangkis di Kota Salatiga turut tampil pada Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis I Salatiga 2018, yang berlangsung mulai Minggu...

Surabaya Pertama, Bali Berikutnya

Saya penasaran dengan kepeloporan Surabaya di bidang persewaan sepeda listrik Migo. Sambil menjemput cucu yang sekolah di Al Azhar International, saya mencari kantor pusat...