33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Dorong Bentuk Baznas Desa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MUNGKID— Ketua Baznas Kabupaten Magelang HM Zaenal Arifin mendorong pemerintah desa untuk segera membentuk Baznas lokal di tingkat desa. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Magelang ini menilai, Baznas Desa akan bisa membantu pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dan memperbaiki kualitas pendidikan.

“Kami minta dibentuk Baznas-Baznas lokal. Silahkan dana yang terkumpul ditampung sendiri dan salurkan ke sendiri. Tidak ada kewajiban menyerahkan ke Baznas kabupaten. Dananya lebih baik ditasyarufkan di lingkungan masing-masing.”

Kepala Desa Somoketro Ahmad Khotim menyambut baik dorongan Wabup Zaenal. Dikatakan, Desa Somoketro sudah mulai merintis Baznas lokal, dengan membentuk Paguyuban Abdurahman bin Auf yang beranggotkan 30 orang. Paguyuban ini menggalang iuran secara rutin kemudian disalurkan untuk 12 anak yatim.

HM Zaenal Arifin kemarin memimpin pentasarufan bagi anak yatim piatu, guru ngaji, dan lansia se-Kecamatan Salam di kantor kecamatan. Zaenal berpendapat, anak-anak wajib mendapatkan perhatian di bidang pendidikan dan akhlak. Sebab, generasi inilah yang akan memimpin bangsa pada 30 tahun yang akan datang. “Mari kita siapkan generasi saat ini untuk 30 tahun ke depan.”

Persiapan itu, kata Zaenal, antara lain, dengan memperkuat akidah dan akhlak. Karenanya, sangat penting untuk memperhatikan pendidikan anak-anak saat ini. Baik pendidikan formil maupun pendidikan agama.

“Orang tua menjadi faktor penting untuk memperhatikan pendidikan anaknya. Seperti Nabi Muhammad SAW yang setiap hari mengecek hasil pelajaran anaknya kepada Zaid Bin Tsabit yang dipercaya mengajarkan pendidikan kepada Hasan dan Husaen.”

Untuk itu, Baznas gencar mengampanyekan pendidikan berkarakter dan pendidikan agama Islam ke seluruh pelosok desa. Hal ini dilakukan Baznas dengan menggandeng para guru mengaji di pesantren dan pedesaan. “Secara rutin, kami memberikan santunan kepada guru-guru mengaji dan anak yatim. Meski tidak banyak, namun ini kami harapkan memotivasi mereka.”

Rinciannya, Baznas memberikan santunan kepada 180 guru mengaji, 120 anak yatim, dan 25 lansia. Dana santunan berasal dari pengumpulan dana zakat dan infak PNS dan pegawai swasta di Kabupaten Magelang. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terpikat Profesi PR

MENJADI seorang public relations atau PR adalah sebuah obsesi sekaligus cita-cita Mega Amalia. Ya, dara kelahiran Semarang, 17 Juli 1990 ini, mulai memutuskan menjadi...

21 Hektare Gagal Panen

TEGAL-Sebanyak 21 hektare sawah di Kecamatan Tegal Barat dan Kecamatan Margadana mengalami puso atau gagal panen. Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKP3)...

Jalan di Perbatasan Memperihatinkan

UNGARAN–Kondisi infrastruktur wilayah perbatasan Kabupaten Semarang memprihatinkan. Seperti halnya kondisi infrastruktur yang ada di Desa Lembu, Kecamatan Bancak. Hampir 90 persen baik itu jalan...

Tolak RKUHP, Gelar Aksi Tutup Mulut

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Aksi tutup mulut dilakukan oleh belasan aktivis perempuan sebagai wujud penentangan terhadap upaya pemerintah pusat yang akan mengesahkan Revisi Undang-Undang KUHP. Aksi menutup...

Produksi Batik Tak Boleh Individualis

KAJEN–Batik dan tenun telah hidup di Kabupaten Pekalongan dari generasi ke generasi dan menjadikan orang bebas mengembangkan kreasinya serta bebas bertarung di seluruh pasar...

Dituntut untuk Selalu Ngeyel

Kalau bisa, sampai mati pun, saya siap menjadi Gareng. Saya pingin seperti teman, turun dari panggung, meninggal. Itu kebanggaan dari seorang seniman seperti saya....