33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Curi Cabai, Tarwin Babak Belur

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

TEMANGGUNG– Tergiur dengan tingginya harga cabai membuat Tarwin, 45, alias Londo, warga Dusun Widoro Desa Bangunsari Kecamatan Pageruyung Kendal gelap mata. Ia menyatroni kebun cabai di ladang Segetak Desa Tegalirung Kecamatan Bulu Temanggung milik Tuyatman, 42, warga Dusun Gonsuli RT 06 RW 01 Desa Gondosuli Kecamatan Bulu.

Dalam melakukan aksinya, Tarwin tidak sendirian. Ia mencuri bersama Rudi alias Reban warga Garung Reco Kecamatan Kertek Wonosobo. Tapi sebelum menikmati hasil curian, mereka tepergok pemilik ladang. Tarwin tak berkutik ketika dihajar massa sementara Rudi berhasil melarikan diri.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto melalui Kasubag Humas Polres Temanggung AKB Henny Widiyanti mengatakan, kasus pencurian cabai ini terungkap karena kecurigaan pemilik kebun cabai yang merasa cabainya berkurang sebelum dipanen. Selanjutnya, Tuyatman tiap malam mengintai kebunnya.

Hasilnya, pada Kamis (16/2) lalu sekitar pukul 20.00 WIB, Tuyatman memergoki dua orang sedang memetik cabai dari kebun miliknya. “Mengetahui aksi pencurian cabai di kebun miliknya, Tuyatman langsung berteriak maling,” terang Henny saat gelar perkara di Mapolres Temanngung, Kamis (24/2).

Rupanya teriakan Tuyatman didengar warga dan langsung mengejar kedua pelaku. Sayang hanya 1 orang yang berhasil ditangkap.  “Tersangka Tarwin sempat menjadi bulan-bulanan warga. Untung saja tak selang lama petugas yang sedang berpatroli datang ke lokasi kejadian, sehingga pelaku bisa langsung diamankan dari amukan warga,” ungkap Henny.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti, satu karung plastik warna putih kecoklatan dan 16 buah cabairawit. Atas perbuatanya itu, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. “Aksi pencurian ini merupakan kali kedua. Yang pertama selamat. Mungkin karena tahu hasilnya, ketagihan, lalu diulangi lagi,” imbuhnya.

Di hadapan petugas, Tarwin mengakui semua perbutannya. Dalam aksi sebelumnya di lokasi yang sama, mereka berdua berhasil menggondol sekitar 7 kilogram cabai. “Dulu pernah ambil bersama Rudi. Waktu itu, oleh Rudi, saya dikasih uang Rp 200 ribu dari hasil penjualan cabai hasil curian itu,” akunya.

Tarwin melanjutkan, awalnya ia tidak ada niatan mencuri cabai. Ia diajak Rudi untuk mencari pekerjaan. Namun pada kenyataannya ia belum mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan Rudi. “Saya kenal Rudi di Pasar Legi Parakan, kemudian saya diajak bekerja. Tahu-tahunya pekerjaannya mencuri cabai. Saya masih cukup beruntung diselamatkan petugas saat dihajar warga,” ucapnya dengan penuh penyesalan. (san/ton)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

7th Bali International Choir Festival 2018

RADARSEMARANG.COM, DENPASAR – Bandung Choral Society, kembali menyelenggarakan Bali International Choir Festival yang ketujuh selama lima hari mulai dari tanggal 24-28 Juli 2018. Tercatat sudah...

Indonesia Power Ajak Siswa Lestarikan Lingkungan

SEMARANG - Pemanasan global (global warming) harus dicegah, salah satunya dengan melakukan penghijauan. Seperti PT Indonesia Power yang turut andil mencegah global warming lewat...

Siswa Tuna Rungu Daur Ulang Barang Bekas

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Anak-anak penyandang tuna rungu di SLB Don Bosco Wonosobo mengadu keterampilan mengolah kreasi dan seni. Mereka mengikuti lomba kreasi daur ulang barang...

SMP Teuku Umar Semarang Wisuda 220 Siswa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-SMP Teuku Umar Semarang melepas 220 siswa-siswi dalam wisuda purna siswa tahun ajaran 2017/2018 di sekolah baru-baru ini. Kepala SMP Teuku Umar Semarang, Indraswari...

Menpora Awali Pembangunan Sport Center IAIN

SALATIGA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meletakkan batu pertama pembangunan sport center Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, bertepatan dengan peringatan...

Agus Rudianto Sapa Pedagang Pasar Rejosari

SALATIGA - Kedatangan calon Wali Kota Salatiga nomor urut satu, Agus Rudiato (Rudi) di Pasar Rejosari, Kota Salatiga, tak disangka ratusan pedagang dan pembeli....