31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Hendi Dorong Warga Angkat Potensi Wilayah

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, yang mampu mengangkat potensi ikan bandeng sebagai produk unggulan warga setempat.

Dari tangan warga inilah ikan bandeng yang selama ini terlihat murahan diubah menjadi kuliner yang bermutu, berkelas dan disukai banyak orang. Menjadi olahan masakan seperti bandeng presto, pepes bandeng, nugget dan otak-otak. Selain itu juga mulai dirintis dengan membuat menu tahu bakso menggunakan bahan baku ikan bandeng.

”Dari gerbang masuk tadi, saya mencium aroma khas bandeng di kampung ini. Sepanjang jalan juga banyak warga yang menjajakan dan menjual ikan bandeng mentah. Sangat cocok dengan nama Kampung Tematik yang sudah dicanangkan sebagai Kampung Sentra Bandeng,” tutur wali kota saat mengunjungi kampung tersebut usai jalan sehat di Kelurahan Tambakrejo, Jumat (24/2).

Wali kota berharap warga bisa terus mengembangkan potensi sehingga bisa menjadi ikon kampung yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan adanya sentra bandeng ini bisa menjadi ikon dan wisata baru di Kota Semarang.

Wali kota berpesan agar tetap menjaga kualitas dan mutu ikan bandeng yang akan diperjualkan. Sehingga pembeli pun diharapkan akan loyal membeli lagi hasil olahan warga Kelurahan Tambakrejo. ”Misalnya dengan kemasan yang menarik, tempat yang bersih,  pedagangnya  ramah, dan yang jelas bandeng  Tambakrejo yang lezat ini jangan dikurangi bumbunya,” tandasnya.

Lurah Tambakrejo, Zairin menceritakan, usaha bandeng sebenarnya sudah ada sejak 1965. Pada saat itu salah satu warga memang mempunyai usaha bandeng yang sudah dipasarkan ke luar daerah. Dan memiliki satu tambak khusus membudidayakan bandeng. Kemudian berkembang membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) beranggotakan 20 orang yang rutin mengadakan pertemuan 1 bulan sekali. ”Dari pertemuan rutin sesama anggota kemudian mengembangkan bandeng menjadi salah satu potensi di wilayah ini, hingga menjadi seperti ini,” urai Zairin.

Sedangkan untuk usaha mikro yang digerakkan di wilayah tersebut Zairin menyebutkan di antaranya kesenian gamelan, wedding organizer, penjual kelontong, pembuat jajan pasar dan keripik.

Dalam hal bantuan permodalan untuk mengembangkan UKM wali kota siap membantu dengan kredit Wibawa yang merupakan kerja sama Pemkot Semarang dengan Bank Jateng. ”Kini ada kredit pinjaman modal  dengan biaya ringan hanya 3 persen per tahun sehingga semakin dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur,” kata  Hendi, sapaan akrabnya.

”Cara pengajuan kreditnya sangat gampang, untuk pinjaman sampai dengan  Rp 5 juta  tidak menggunakan jaminan, namun kalau pinjaman di atas Rp 5 juta sampai Rp 50 juta menggunakan jaminan bisa BPKB kendaraan bermotor maupun sertifikat tanah,” terangnya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here