31 C
Semarang
Senin, 17 Mei 2021

Dorong Bentuk Baznas Desa

MUNGKID— Ketua Baznas Kabupaten Magelang HM Zaenal Arifin mendorong pemerintah desa untuk segera membentuk Baznas lokal di tingkat desa. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Magelang ini menilai, Baznas Desa akan bisa membantu pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dan memperbaiki kualitas pendidikan.

“Kami minta dibentuk Baznas-Baznas lokal. Silahkan dana yang terkumpul ditampung sendiri dan salurkan ke sendiri. Tidak ada kewajiban menyerahkan ke Baznas kabupaten. Dananya lebih baik ditasyarufkan di lingkungan masing-masing.”

Kepala Desa Somoketro Ahmad Khotim menyambut baik dorongan Wabup Zaenal. Dikatakan, Desa Somoketro sudah mulai merintis Baznas lokal, dengan membentuk Paguyuban Abdurahman bin Auf yang beranggotkan 30 orang. Paguyuban ini menggalang iuran secara rutin kemudian disalurkan untuk 12 anak yatim.

HM Zaenal Arifin kemarin memimpin pentasarufan bagi anak yatim piatu, guru ngaji, dan lansia se-Kecamatan Salam di kantor kecamatan. Zaenal berpendapat, anak-anak wajib mendapatkan perhatian di bidang pendidikan dan akhlak. Sebab, generasi inilah yang akan memimpin bangsa pada 30 tahun yang akan datang. “Mari kita siapkan generasi saat ini untuk 30 tahun ke depan.”

Persiapan itu, kata Zaenal, antara lain, dengan memperkuat akidah dan akhlak. Karenanya, sangat penting untuk memperhatikan pendidikan anak-anak saat ini. Baik pendidikan formil maupun pendidikan agama.

“Orang tua menjadi faktor penting untuk memperhatikan pendidikan anaknya. Seperti Nabi Muhammad SAW yang setiap hari mengecek hasil pelajaran anaknya kepada Zaid Bin Tsabit yang dipercaya mengajarkan pendidikan kepada Hasan dan Husaen.”

Untuk itu, Baznas gencar mengampanyekan pendidikan berkarakter dan pendidikan agama Islam ke seluruh pelosok desa. Hal ini dilakukan Baznas dengan menggandeng para guru mengaji di pesantren dan pedesaan. “Secara rutin, kami memberikan santunan kepada guru-guru mengaji dan anak yatim. Meski tidak banyak, namun ini kami harapkan memotivasi mereka.”

Rinciannya, Baznas memberikan santunan kepada 180 guru mengaji, 120 anak yatim, dan 25 lansia. Dana santunan berasal dari pengumpulan dana zakat dan infak PNS dan pegawai swasta di Kabupaten Magelang. (vie/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here